Logo Bloomberg Technoz

LOGAM DASAR

Menerawang Harga Nikel Saat Bahlil Mau Kontrol Produksi Smelter

Azura Yumna Ramadani Purnama
22 October 2026 11:40

Nikel matte cair di tungku smelter./Bloomberg-Cole Burston
Nikel matte cair di tungku smelter./Bloomberg-Cole Burston

Bloomberg Technoz, Jakarta – Rencana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengontrol produksi smelter nikel diperkirakan tidak akan berdampak besar terhadap harga logam nikel global, jika tidak diikuti penurunan stok dan penguatan permintaan.

Analis komoditas dan Presiden Komisaris HFX International Sutopo Widodo mengatakan kenaikan harga nikel membutuhkan pengetatan pasokan fisik, bukan sekadar pengumuman kebijakan.

Terlebih, kata dia, persediaan nikel di London Metal Exchange (LME) telah melampaui 270.000 metrik ton (mt), sedangkan permintaan yang lemah masih membatasi ruang kenaikan harga.


Sutopo memperkirakan harga nikel berpotensi bergerak di kisaran US15.000—US16.500/mt jika rencana pengendalian produksi hanya berupa wacana atau diterapkan secara longgar.

Kemudian, lanjut dia, harga nikel berpeluang naik ke US17.000—US18.500/mt jika pemerintah menetapkan pembatasan produksi smelter secara tegas dan stok LME mulai turun.

Inventaris nikel di berbagai bursa logam utama dunia./dok. BMI