Logo Bloomberg Technoz

Neraca Dagang Surplus, tetapi Secara Tahunan Tergerus

Redaksi
01 October 2026 15:50

Rakor kinerja ekspor di Busan Port Terminal, Korea Selatan. dok: SeongJoon Cho/Bloomberg
Rakor kinerja ekspor di Busan Port Terminal, Korea Selatan. dok: SeongJoon Cho/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Neraca dagang Indonesia pada Agustus mencatat surplus. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus sebesar US$3,55 miliar, jauh di atas proyeksi konsensus dan analis yang dihimpun Bloomberg sebesar US$700 juta. 

Surplus itu terbentuk dari posisi impor yang tumbuh lebih rendah dari perkiraan. Pada Agustus, impor secara bulanan terkontraksi 11,63%, sementara secara tahunan masih tumbuh 19,09%.

Seluruh kategori impor mencatat kontraksi, dengan impor barang konsumsi turun 5,95% secara bulanan (month-to-month/mtm), barang antara 11,11% mtm, dan barang modal 16,04% mtm. 


Sebaliknya, ekspor masih mencatat pertumbuhan 6,72% secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dari 6,05% pada Juli. Sehingga, surplus kali ini diperoleh dari adanya moderasi impor ketimbang lonjakan ekspor. 

BPS mencatat secara kumulatif nilai perdagangan sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai US$7,25 miliar, menyusut tajam daripada periode sama tahun lalu yang sebesar US$29,35 miliar. Hal ini menggambarkan bahwa kinerja neraca dagang secara keseluruhan sebenarnya sedang mengalami penurunan.