Dari eksternal, The Fed mempertahankan suku bunga di 3,75–4,00%, tetapi keputusan yang tidak bulat—dengan dua pejabat mendukung kenaikan 25 bps—menunjukkan risiko pengetatan lanjutan masih terbuka. Inflasi AS yang tetap tinggi turut mendorong pasar memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.
“Secara teknikal, IHSG kembali melanjutkan tren bearish setelah menembus support 5.170 dan ditutup di 5.098,” papar BRI Danareksa, MACD masih negatif dan kembali menunjukkan pelemahan momentum, sementara harga berada jauh di bawah MA20 sekitar 5.646, menegaskan tren turun masih dominan. IHSG berpotensi menguji support Fibonacci di 5.026, kemudian 4.942.
Serupa, Phintraco Sekuritas menyebut, secara teknikal, histogram MACD IHSG kembali melebar dan Stochastic RSI membentuk death cross di area pivot. Sehingga diperkirakan IHSG akan menguji level psikologis 5,000 pada perdagangan Jumat (30/10/2026).
Adapun Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG bakal lanjut melemah, disebabkan oleh koreksi pasar saham US khususnya di sektor teknologi, melemahnya komoditas, serta masih derasnya outflow dana asing.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan kembali melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.
(fad)


























