Logo Bloomberg Technoz

Sinyal dovish yang dikirim bank sentral Amerika Serikat (AS) juga turut membuat yield US Treasury tenor 10 tahun terpangkas 8,1 basis poin (bps) jadi 4,93%. Indeks dolar AS juga ikut turun 0,15% jadi 102,03. 

Sementara itu, tekanan di pasar saham regional akibat kinerja emiten teknologi tidak sesuai ekspektasi, diperkirakan dapat mendorong penguatan pada aset obligasi.

Pagi ini, pasar surat utang sedikit bergairah setelah kemarin sempat mengalami aksi jual. Surat utang negara (SUN) tenor pendek terlihat mulai diakumulasi oleh investor.

Yield tenor 1 tahun turun lagi 2,6 basis poin (bps) jadi 6,92%, dan tenor 2 tahun terpangkas 2,1 bps jadi 7,01%. Sedangkan tenor 5 tahun dan 10 tahun masih lebih hati-hati dengan penurunan yield lebih terbatas, masing-masing 0,5 bps dan 0,6 bps jadi 7,53% dan 7,62%. 

Di sisi lain, harga minyak Brent kembali terpangkas 0,38% ke US$114,88/barel, seiring adanya upaya diplomasi lanjutan dari AS untuk mengakhiri ketegangannya dengan Iran, juga turut memberi ruang penguatan bagi aset di negara berkembang, termasuk Indonesia. 

(riset/aji)

No more pages