“Akhirnya, mohon maaf ya, pegawai itu kami, kami pecat lah gitu loh ya kan, harus kami pecat, kemudian kami keluarkan semua yang terlibat,” ungkap Sudaryono.
Sudaryono mengatakan BGN melakukan perombakan total di seluruh tingkatan operasional hingga manajerial untuk memastikan transformasi tata kelola berjalan secara komprehensif. Perombakan tersebut menyasar seluruh jajaran, mulai dari petugas pengamanan hingga pejabat eselon.
"Dari mulai Satpam, dari mulai Resepsionis, dari mulai tukang bersih-bersih lab meja, bersihin toilet, semua kami ganti. Sampai dengan eselon 2 dan lain-lain itu, yang nggak bener-bener itu semua kemudian kami ganti semua,” ujar Sudaryono.
Di samping pembenahan pengadaan barang dan personalia, Sudaryono menemukan kejanggalan dalam pembiayaan operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada masa kepemimpinan sebelumnya, dapur Makan Bergizi Gratis yang dihentikan sementara akibat kasus keracunan makanan justru tetap menerima pembayaran insentif sebesar Rp6 juta per hari.
Ia menilai pembayaran terhadap dapur yang tidak beroperasi sebagai bentuk kelalaian berat. Oleh karena itu, BGN menerapkan aturan ketat bahwa setiap dapur yang dihentikan operasionalnya secara otomatis akan dihentikan pula seluruh hak insentifnya.
(smr)

























