SIUMA juga menyediakan pasokan energi bagi kegiatan usaha tani dan penerangan di kawasan persawahan seluas 10,26 hektare. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan membantu petani meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus menjaga produktivitas pertanian.
Manfaatnya turut dirasakan I Made Darayasa, 62, selaku Pekaseh atau Ketua Subak Sembung. Kehadiran energi terbarukan membantu masyarakat mengatasi persoalan pengairan sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional yang menambah biaya produksi.
Energi Terbarukan Tekan Biaya Operasional Petani
Penerapan energi bersih di Uma Palak Lestari tidak hanya menyentuh sistem irigasi, tetapi juga penggunaan mesin pertanian. Petani yang sebelumnya mengandalkan traktor berbahan bakar diesel kini mulai menggunakan traktor listrik berbaterai.
Pengisian daya traktor listrik tersebut memanfaatkan energi yang dihasilkan dari panel surya dan mikrohidro. Dengan sistem ini, petani dapat mengurangi penggunaan bahan bakar sekaligus mengisi ulang baterai secara mandiri tanpa tambahan biaya listrik dari jaringan eksternal.
Perubahan tersebut memperlihatkan bagaimana energi terbarukan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat. Selain membantu menekan biaya operasional, penggunaan peralatan listrik juga membuka peluang bagi pengembangan sistem pertanian yang lebih efisien.
Dukungan Pertamina terhadap kelompok tani juga diperluas hingga tahap pascapanen. Dalam rangkaian kunjungan delegasi ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE), Pertamina menyerahkan bantuan berupa mesin penggiling padi elektrik kepada kelompok tani setempat.
Mesin tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 200 kilogram padi per jam. Kehadirannya diharapkan mempermudah petani mengolah hasil panen menjadi beras sekaligus meningkatkan efisiensi proses produksi.
Bantuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian petani dari hulu hingga hilir. Dengan dukungan peralatan berbasis listrik, kelompok tani memiliki peluang mengurangi hambatan pengolahan hasil panen, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperkuat potensi pendapatan.
Bagi masyarakat Uma Palak Lestari, integrasi teknologi energi bersih dengan kegiatan pertanian juga membuka kesempatan untuk mengembangkan usaha secara lebih berkelanjutan. Pemanfaatan energi terbarukan tidak hanya mendukung produktivitas sawah, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi lain yang berkaitan dengan hasil pertanian dan pariwisata.
Pertanian dan Pariwisata Perkuat Ekonomi Lokal
Kawasan Subak Sembung saat ini dikelola oleh 185 petani dan memberikan dampak ekonomi langsung kepada lebih dari 400 warga sekitar. Melalui pengembangan sektor pertanian dan pariwisata, kelompok usaha bersama dan petani lokal mampu menghasilkan pendapatan lebih dari Rp585 juta per tahun.
Salah satu komoditas unggulan yang dikembangkan adalah beras Mentik Susu. Varietas beras premium tersebut memiliki nilai jual di segmen pasar premium dan menjadi bagian dari strategi pengembangan produk pertanian bernilai tambah.
Pengembangan kawasan tidak berhenti pada kegiatan produksi pangan. Subak Sembung juga berkembang menjadi ruang aktivitas masyarakat sekaligus destinasi wisata yang memanfaatkan lanskap persawahan sebagai daya tarik utama.
Jalur joging sepanjang 2,4 kilometer membentang di tengah hamparan sawah dan menjadi ruang bagi masyarakat maupun wisatawan untuk berolahraga serta menikmati suasana pedesaan. Aktivitas tersebut turut menciptakan peluang ekonomi bagi warga setempat.
Untuk menunjang kegiatan pada malam hari, sebanyak 43 titik lampu penerangan otomatis telah dipasang dengan dukungan energi dari SIUMA. Infrastruktur ini memungkinkan masyarakat tetap beraktivitas di kawasan tersebut setelah matahari terbenam.
Kegiatan seperti berjalan santai, berolahraga, dan membeli sayuran segar langsung dari petani ikut menggerakkan perekonomian lokal. Dengan demikian, pengembangan kawasan pertanian berpotensi menghasilkan manfaat yang melampaui produksi pangan, termasuk membuka sumber pendapatan tambahan melalui sektor pariwisata.
Integrasi energi terbarukan, pertanian, dan pariwisata juga memperlihatkan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang bertumpu pada potensi lokal. Pemanfaatan energi bersih menjadi penggerak aktivitas ekonomi, sementara pengembangan produk pertanian dan destinasi wisata memperluas peluang usaha warga.
Model Uma Palak Lestari Menarik Perhatian Delegasi ASCOPE
Pengembangan Desa Energi Berdikari Uma Palak Lestari menarik perhatian delegasi ASCOPE yang berkunjung langsung ke kawasan tersebut. Para delegasi melihat bagaimana pemanfaatan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita mengatakan, pendekatan pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan di Uma Palak Lestari mendapatkan respons positif dari para delegasi. Model tersebut bahkan dinilai memiliki potensi untuk dipelajari dan diterapkan di wilayah lain.
“Dari testimoni para delegasi, mereka menyampaikan belum pernah melihat model pengelolaan community involvement and development seperti ini sebelumnya. Bahkan, delegasi dari Timor Leste secara khusus menanyakan konsep detail dan potensi pendapatan petani untuk dipelajari,” ujar Arya.
Ketertarikan tersebut membuka peluang pertukaran pengetahuan mengenai pengembangan program pemberdayaan masyarakat berbasis energi bersih. Pengalaman Uma Palak Lestari dapat menjadi referensi bagi perusahaan energi nasional di negara lain yang ingin menghubungkan pemanfaatan energi terbarukan dengan kegiatan produktif masyarakat.
Pertamina mengembangkan program Desa Energi Berdikari dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi setiap wilayah. Pendekatan ini bertujuan agar pemanfaatan energi terbarukan tidak berhenti pada penyediaan sumber energi, tetapi juga menghasilkan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Secara nasional, Pertamina telah mengembangkan 310 titik Desa Energi Berdikari di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 62 desa telah mencapai tahap mandiri setelah menjalani pendampingan selama sekitar tiga hingga lima tahun.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina memperluas pemanfaatan energi bersih sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat. Pengembangan program berbasis potensi lokal diharapkan mampu mendukung transisi energi, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan peluang ekonomi di berbagai daerah.
Melalui Uma Palak Lestari, Pertamina menunjukkan bahwa pemanfaatan energi surya dan mikrohidro dapat mendukung kebutuhan pertanian sekaligus mengembangkan aktivitas ekonomi masyarakat. Sinergi antara energi bersih, ketahanan pangan, dan pemberdayaan warga menjadi salah satu pendekatan untuk membangun desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.





























