Logo Bloomberg Technoz

Ekonom: Arus Modal Tak Kembali ke RI Meski The Fed Tahan Bunga

Redaksi
29 October 2026 11:10

BofA Memperingatkan Risiko Kenaikan Suku Bunga The Fed di Atas 5% Jika Warsh Memimpin pada 2022 (Bloomberg)
BofA Memperingatkan Risiko Kenaikan Suku Bunga The Fed di Atas 5% Jika Warsh Memimpin pada 2022 (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan federal funds rate pada kisaran 3,75-4% melalui pemungutan suara dengan hasil 10-2. 

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, meski FFR tak bergerak, tapi keputusan Federal Reserve hanya memberi jeda tekanan, dan bukan membuka ruang pelonggaran kebijakan bagi Indonesia.

Menurutnya, The Fed tetap melihat ekonomi AS tumbuh kuat dan konsumsi bertahan, sementara perbedaan suara dalam rapat justru mengarah pada kenaikan suku bunga.


Pasar juga masih memperkirakan kebijakan dapat kembali diperketat pada Desember. Kondisi ini membuat imbal hasil US Treasury tetap tinggi dan likuiditas global belum beralih ke aset berisiko.

“Arus modal keluar dari pasar keuangan Indonesia mungkin melambat, tetapi belum akan berbalik menjadi arus masuk. Penyebabnya bukan hanya kebijakan suku bunga AS. Di pasar saham, tekanan juga dipicu oleh konsultasi MSCI, kemudian meluas ke SBN dan SRBI,” sebut Yusuf kepada Bloomberg Technoz, Kamis (29/10/2026).