Logo Bloomberg Technoz

Dalam kaitan itu, PPN mengklaim kondisi antrean di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara telah kembali normal per Selasa (27/10/2026). Sementara itu, di Lampung dan Gorontalo antrean masih terpantau, tetapi diklaim melandai.

“Kami terus melakukan berbagai langkah penguatan, baik dari sisi pasokan maupun operasional, untuk mengantisipasi berbagai tantangan dan menjaga keberlangsungan layanan energi kepada masyarakat,” Direktur Utama PPN Mars Ega Legowo Putra melalui siaran pers, Kamis (29/10/2026).

Mars Ega menambahkan perseroan terus mengoptimalkan infrastruktur distribusi yang mencakup 125 fuel terminal dan integrated terminal, 72 aviation fuel terminal (AFT), 40 terminal LPG (TLPG), 8 floating storage fuel, serta 3 floating storage LPG.

Dia juga menegaskan perseroan terus menguatkan pasokan minyak mentah, BBM, dan gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG), dan mengoptimalisasi rantai pasok.

“Penguatan pasokan dilakukan melalui diversifikasi pengadaan minyak mentah dan produk BBM serta kerja sama strategis dengan mitra internasional untuk menjaga kesinambungan pasokan dan meningkatkan fleksibilitas dalam menghadapi dinamika pasar energi global,” katanya.

Fenomena kelangkaan dan antrean panjang kendaraan melanda Kota Denpasar dan kawasan sekitarnya sejak Senin (12/10/2026).

Penurunan signifikan ketersediaan Pertalite dan Solar memicu penumpukan antrean hingga mengular ke ruas jalan utama serta melumpuhkan sebagian mobilitas harian warga.

Pemerintah Provinsi Bali bahkan mengambil langkah darurat dengan memperpanjang skema ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi.

Penyebab utama krisis ini bersumber dari gangguan rantai logistik dan pengiriman kapal tanker dari Jawa Timur menuju Depo Sanggaran yang mengalami keterlambatan.

Beban pasokan kian berat akibat tingginya pergeseran pola konsumsi masyarakat ke BBM bersubsidi serta indikasi praktik penimbunan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Di sisi lain, Pemprov Lampung dan Komisi XII DPR RI di SPBU Candimas Natar mencatat adanya kenaikan jumlah kendaraan yang mengantre BBM subsidi sebesar 23% hingga 26% terhitung mulai Senin (12/10/2026).

Penumpukan terjadi akibat melonjaknya trafik kendaraan logistik yang belum diimbangi optimalisasi SOP pelayanan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani menegaskan bahwa antrean panjang di wilayahnya bukan dipicu oleh kelangkaan stok, melainkan perlunya penyesuaian tata kelola pelayanan.

Pemprov siap menerjunkan personel Satpol PP untuk membantu verifikasi verifikasi kode batang (barcode) aplikasi yang disesuaikan dengan STNK.

Kemudian, SPBU di wilayah pinggiran Kota Surabaya mengalami kenaikan kepadatan antrean kendaraan.

Hal ini mendorong Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak melakukan koordinasi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Selasa (20/10/2026) guna memperkuat jaringan pasokan regional.

Menurut Kementerian ESDM, kondisi cadangan BBM di Jawa Timur sebenarnya aman, namun penataan pengisian dan distribusi dari terminal utama perlu dijaga ketat agar krisis seperti di Bali tidak meluas.

Kementerian ESDM berjanji antrian BBM di Jawa Timur akan selesai 2 hari setelah kunjungan tersebut.

Sebagai informasi, Kementerian ESDM melaporkan stok operasional Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite per 20 Oktober 2026 mencapai 1,29 juta kl dan Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) Solar sebanyak 1,45 juta kl.

Secara terperinci, stok Pertalite (RON 90) tercatat sebesar 1.294.997 kl dengan rencana penyaluran harian atau daily objective throughput (DOT) mencapai 86.322 kl per hari.

Untuk itu, ketahanan stok nasional atau coverage days (CD) Pertalite per 20 Oktober 2026 berada di kisaran 16—18 hari.

Untuk Pertamax (RON 92), stok nasional tercatat sebesar 436.797 kl dengan rencana penyaluran 19.637 kl per hari dan ketahanan stok 22,24 hari.

Sementara itu, stok Pertamax Turbo (RON 98) mencapai 57.769 kl dengan rencana penyaluran 759 kl per hari, sehingga ketahanan stok mencapai 76,11 hari.

Selanjutnya stok Solar (CN 48) tercatat sebesar 1.456.854 kl dengan rencana penyaluran 108.144 kl per hari dan ketahanan stok 13,47 hari.

Pertamina Dex (CN 53) memiliki stok 83.164 kl dengan rencana penyaluran 2.280 kl per hari, sehingga ketahanan stok mencapai 36,47 hari.

Untuk avtur, stok nasional tercatat sebesar 421.190 kl dengan rencana penyaluran 14.365 kl per hari dan ketahanan stok 29,32 hari.

Adapun, stok kerosin atau minyak tanah pasokan nasional per 20 Oktober 2026 mencapai 29.329 kl dengan rencana penyaluran 1.435 kl per hari, sehingga ketahanan stok berada di level 20,44 hari.

Sementara itu, stok gas minyak cair atau LPG tercatat sebesar 342.817 metrik ton (mt). Kementerian ESDM melaporkan rencana penyaluran LPG berada sekitar 26.513 mt per hari, sehingga ketahanan stok per 20 Oktober 2026 mencapai 12,93 hari.

(azr/wdh)

No more pages