Logo Bloomberg Technoz

Meski data produksi minyak Rusia bersifat rahasia, data terbaru dari OPEC menunjukkan adanya penurunan produksi. Pada September, Rusia bahkan merevisi turun proyeksi produksi minyaknya untuk 2026 ke level terendah dalam 17 tahun terakhir.

Menurut para trader, risiko yang terus berlangsung di Laut Hitam juga menghambat ekspor minyak Rusia dari pelabuhan Novorossiysk.

Mereka memperkirakan adanya penundaan pemuatan hingga hampir tiga minggu, yang turut menekan tingkat ekspor secara keseluruhan dari pelabuhan-pelabuhan di wilayah barat.

Trader juga memperkirakan volume minyak jenis Urals yang dikirim ke Asia melalui Rute Laut Utara (Northern Sea Route) akan berkurang, mengingat masa navigasi biasanya berakhir pada November akibat kondisi cuaca yang memburuk. Hal ini juga bakal mendorong penurunan volume ekspor minyak.

Sebelumnya, Rusia dan AS menyepakati kesepakatan terkait solar pada 9 Oktober untuk menstabilkan pasar global, yang saat ini mengalami kelangkaan bahan bakar tersebut dan lonjakan harga akibat gangguan pasokan di Timur Tengah, menyusul perang Iran.

Kilang-kilang Rusia telah meningkatkan aktivitas pemrosesan dan produksi solar pada paruh kedua bulan ini, setelah pemerintah memberikan kuota ekspor solar—yang sebelumnya sempat dilarang awal tahun ini akibat kelangkaan bahan bakar—dan AS mengumumkan pelonggaran sanksi terhadap ekspor bahan bakar Rusia.

Ketidakpastian pasokan diperkirakan akan terus berlanjut pada November.

(ros)

No more pages