Logo Bloomberg Technoz

IMPOR MINYAK

Bahlil Beber Crude 30 Juta Barel Asal UEA Masih dalam Penjajakan

Azura Yumna Ramadani Purnama
28 October 2026 19:40

Kapal tanker minyak dan bahan kimia Songa Falcon di fasilitas Exolum Corp SA di pelabuhan Barcelona, ​​Spanyol./Bloomberg-Angel Garcia
Kapal tanker minyak dan bahan kimia Songa Falcon di fasilitas Exolum Corp SA di pelabuhan Barcelona, ​​Spanyol./Bloomberg-Angel Garcia

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana impor minyak mentah hingga 30 juta barel dari Uni Emirat Arab (UEA) masih dalam tahap penjajakan.

Dia menegaskan pasokan dari Pemerintah UEA tersebut belum benar-benar disepakati, sebab masih dalam proses penjajakan.

“Itu itu itu masih potensi ya. Belum saya melakukan itu penjajakan-penjajakan, semuanya masih penjajakan ya," kata Bahlil ditemui awak media usai FOREK Hulu Migas 2026, Rabu (28/10/2026).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)

Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengungkapkan pemerintah UEA akan segera mengirim pasokan minyak mentah hingga 30 juta barel ke Indonesia. 

Pengiriman minyak dalam jumlah besar tersebut diberikan tanpa beban biaya pengiriman (free kapal) maupun modal kerja (working capital).