Logo Bloomberg Technoz

WMO juga memperingatkan bahwa fenomena El Niño yang kuat bakal mendorong konsentrasi gas-gas tersebut ke level yang lebih tinggi tahun ini.

Kondisi ini akan menyebabkan cuaca lebih kering dan menyulitkan penyerap karbon alami (seperti hutan dan laut) untuk menyerap emisi yang ada.

Mereka juga menyoroti sulfur heksafluorida (SF6), yaitu gas rumah kaca yang banyak digunakan dalam peralatan listrik. Menurut WMO, peningkatan kadar gas ini pada 2025 mencapai rekor tertinggi. Potensi pemanasan global dari SF6 lebih dari 24.000 kali lipat dibandingkan CO₂, yang bisa bertahan di atmosfer selama lebih dari 1.000 tahun.

Badan tersebut juga mengatakan konsentrasi hidrogen naik sebesar 5,3% antara 2010 dan 2024. Meski hidrogen bukan gas rumah kaca, kebocoran dari infrastruktur yang digunakan untuk memproduksi, mengangkut, dan menyimpan hidrogen bisa memengaruhi kimia atmosfer dan berkontribusi secara tidak langsung terhadap pemanasan global.

Hidrogen yang diproduksi menggunakan listrik dari sumber terbarukan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar rendah karbon untuk sektor transportasi.

WMO menyatakan bahwa kebocoran hidrogen maupun keberadaan SF6 yang bertahan lama di atmosfer dapat mengurangi sebagian manfaat iklim yang diharapkan dari transisi energi global.

"Transisi energi sangat penting dan patut disambut baik, tetapi seperti transisi lainnya, proses ini harus dilakukan dengan cara yang cerdas dan didasarkan pada pengamatan lingkungan," tukas Barrett.

(ros)

No more pages