Di sisi lain, kerugian penurunan nilai atas aset keuangan dan nonkeuangan-bersih CIMB Niaga pada periode ini melonjak 65,18% ke level Rp2,43 triliun. Selain itu, beban operasional CIMB Niaga relatif stabil di kisaran Rp6,72 triliun.
Dengan demikian, laba operasional bersih CIMB Niaga sampai akhir September 2026 mencapai Rp5,74 triliun, menyusut 12,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan CIMB Niaga mencapai sekitar Rp242,6 triliun. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga atau DPK mencapai Rp273,73 triliun.
Dana pihak ketiga itu berasal dari giro sebesar Rp109,2 triliun, tabungan Rp87,85 triliun dan deposito Rp76,69 triliun.
CIMB Niaga turut memperkuat struktur pendanaan lewat dana murah atau CASA yang mencapai Rp197 triliun. Rasio CASA kali ini mencapai 72%.
Adapun total aset CIMB Niaga sebesar Rp384,79 triliun sampai akhir September 2026, meningkat 3,2% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp369,45 triliun.
(naw)



























