Logo Bloomberg Technoz

Kredit ke sektor UMKM masih mendominasi portofolio BBRI dengan porsi lebih dari 75%.

Penyaluran Kredit BBRI (Sumber: BBRI)

BBRI juga memimpin dalam penyaluran KUR. Per semester I-2026, total penyaluran KUR oleh BBRI mencapai Rp 103,81 triliun.

Diversifikasi Berbuah Hasil

Dari sisi pertumbuhan kredit, memang penyaluran ke korporasi tumbuh signifikan yaitu mencapai 24,9% yoy. Namun ini bukan berarti BBRI kemudian melupakan kodrat sebagai bank rakyat.

BBRI terus berupaya melakukan perbaikan kualitas aset, profitabilitas, dan strategi diversifikasi portofolio. Hal ini juga sudah mendapat apresiasi dari pelaku pasar.

Mengutip riset Maybank Sekuritas Indonesia, kualitas aset BBRI tetap stabil. Biaya kredit (Cost of Credit/CoC) tercatat 3,1% pada semester I-2026, membaik dari periode yang sama tahun sebelumnya di 3,4%.

“Kami memperkirakan CoC akan terus mengalami normalisasi seiring tren perbaikan kualitas aset. Target CoC di 2,9-3,2% tahun ini yang ditetapkan manajemen masih bisa tercapai,” sebut riset Maybank Sekuritas.

Peningkatan kualitas aset BBRI juga tercermin dari penurunan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL). Pada semester I-2026, NPL berada di 3%. Membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 2,9%.

Dari sisi profitabilitas, margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) BBRI juga masih terjaga. Per semester I-2026, NIM BBRI ada di 6,4%.

“Di tengah ketatnya likuiditas industri, segmen ritel BBRI yang kuat terus mendukung pertumbuhan pendanaan dan akan tetap solid untuk mendukung pencapaian target NIM 7,4-7,8% pada 2026,” jelas Maybank Sekuritas Indonesia.  

Permodalan BBRI juga kokoh, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) di 21,5% pada akhir semester I-2026. Ini menjadi bantalan yang kuat untuk mendukung ekspansi dengan tetap mempertahankan dividend yield yang atraktif di atas 9% pada 2026.

“Kami memperkirakan modal BBRI akan tetap kuat, profitabilitas meningkat, dan profil risiko yang lebih sehat untuk mendukung return investor dalam jangka menengah,” demikian riset Maybank Sekuritas Indonesia.

Diversifikasi BBRI tidak membuat segmen UMKM terlupakan. Penyaluran KUR oleh BBRI sudah menjangkau hampir 3 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Hampir 70% KUR disalurkan ke sektor-sektor produktif seperti pertanian, perikanan, industri pengalahan, dan jasa.

BBRI juga tetap konsisten dalam upaya memajukan UMKM. Antara lain melalui:

  1. AgenBRILink. Membuka akses inklusi keuangan (financial inclusion) hingga ke tingkat desa melalui ratusan ribu agen yang dikelola langsung oleh masyarakat lokal/pelaku UMKM.

  2. Super Apps BRImo. Mendorong kemudahan transaksi non-tunai (QRIS) bagi para pedagang pasar tradisional dan pelaku usaha mikro.

  3. Pendampingan usaha terintegrasi melalui program seperti Desa BRILian, Rumah BUMN, serta dukungan pada jaringan Koperasi Desa/Kelurahan.

(red)

No more pages