Pengendara disarankan menyiapkan rute alternatif untuk menghindari kawasan sekitar lokasi aksi. Sejumlah ruas jalan yang berpotensi terdampak meliputi Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, serta jalan penghubung di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.
Pengendara dari arah Jakarta Selatan yang hendak menuju Jakarta Pusat atau Jakarta Timur dapat mempertimbangkan Jalan HR Rasuna Said, Jalan Prof. Dr. Satrio, dan Jalan Galunggung. Alternatif lainnya adalah melalui Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro, hingga Jalan Proklamasi.
Sementara itu, pengendara dari kawasan Slipi dan Tomang yang menuju Jakarta Pusat dapat memilih Jalan Kebon Sirih, Jalan Fachrudin, dan Jalan KH Mas Mansyur. Pilihan lain melalui Jalan Gatot Subroto dan Jalan KS Tubun, dengan menyesuaikan tujuan perjalanan serta kondisi lalu lintas.
Bagi pengendara yang hendak menuju kawasan Sudirman, alternatif perjalanan dapat melalui Jalan KH Mas Mansyur ke arah Karet atau Jalan Blora.
Dari kawasan Semanggi, pengendara dapat menggunakan Jalan Gatot Subroto, Jalan HR Rasuna Said, Jalan Prof. Dr. Satrio, dan Jalan Casablanca menuju Menteng.
Alternatif lainnya dari Semanggi menuju Menteng adalah melalui Jalan Gatot Subroto, Jalan MT Haryono, Cikini, dan Menteng. Pengendara juga dapat mempertimbangkan jalur Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, hingga Harmoni.
Adapun pengendara dari Bundaran HI yang hendak menuju Jakarta Selatan dapat melewati Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro, Jalan Proklamasi, hingga Jalan Ahmad Yani. Alternatif lainnya adalah melalui Jalan Kebon Sirih, Jalan Fachrudin, dan Jalan KH Mas Mansyur.
Aksi BEM UI tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Mahasiswa bersama elemen masyarakat sipil berencana menyampaikan sejumlah tuntutan.
BEM UI mengelompokkan berbagai persoalan selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran ke dalam lima sektor. Yakni ekonomi, lingkungan, pelayanan publik, hukum dan tata kelola negara, serta hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi.
(mef)



























