"Kecuali jika terdapat reformasi struktural signifikan lebih lanjut serta penciptaan lapangan kerja berkualitas tinggi," lanjutnya.
Fitch memperkirakan inflasi akan tetap berada di dekat tingkat saat ini sepanjang sisa tahun 2026, dalam kisaran target pemerintah, sebelum melandai pada periode 2027–2028. Lembaga pemeringkat tersebut juga memproyeksi nilai tukar rupiah akan mengalami apresiasi moderat dalam dua tahun mendatang.
"Kami memproyeksikan pertumbuhan yang stabil pada tahun depan seiring dengan meredanya guncangan harga energi," ujarnya.
Menurut dia, aktivitas ekonomi Indonesia akan ditopang oleh belanja modal sektor swasta, yang juga berkaitan dengan penguatan hilirisasi rantai produksi komoditas, serta konsumsi rumah tangga yang tetap stabil.
Ambisi Ekonomi 8%
Dalam laporannya disebutkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan PDB sebesar 8% pada tahun 2029. Menurut Fitch, target ini mencerminkan ambisi untuk meningkatkan potensi pertumbuhan jangka menengah Indonesia hingga jauh melampaui rata-rata kinerja dalam dua dekade terakhir.
Strategi pemerintah mencakup peningkatan belanja sosial, seperti Program Makan Bergizi Gratis dan penyediaan perumahan sosial, upaya peningkatan produktivitas untuk mencapai swasembada pangan dan energi, peningkatan investasi melalui Danantara, serta mendorong ekspor bernilai tambah tinggi lewat hilirisasi industri, fasilitasi perdagangan, dan perbaikan logistik.
Strategi ini juga mengandalkan ketahanan konsumsi rumah tangga, kelanjutan reformasi regulasi, dan penghapusan hambatan investasi.
"Dalam skenario dasar kami, pemerintah akan sulit mencapai target ambisius tersebut tanpa reformasi struktural yang lebih signifikan, reformasi yang mampu meningkatkan produktivitas secara nyata dan menciptakan lapangan kerja berkualitas," tegasnya.
Dia menambahkan, hal itu krusial untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat diterjemahkan menjadi peningkatan pendapatan rumah tangga yang berkelanjutan serta penguatan permintaan domestik. Menurut Fitch, upaya pemerintah untuk mengurangi hambatan, memperbaiki iklim investasi, dan mendorong pertumbuhan sektor swasta kemungkinan hanya akan memberikan dukungan moderat terhadap pertumbuhan.
(lav)
































