Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, penjualan emas UNTR dari PT Agincourt Resources juga menurun imbas masalah perizinan pada semester I-2026.

Kendati demikian, manajemen UNTR menerangkan operasional tambang emas Martabe sudah mulai beroperasi pada paruh kedua tahun ini.

“Hal ini sebagian dapat diimbangi oleh peningkatan pendapatan dari sektor kontraktor pertambangan yang terutama didorong oleh penguatan kurs US$,” dikutip dari keterangan resmi UNTR, Selasa (27/10/2026).

Sampai dengan kuartal III-2026, perseroan mencatat non-recurring items senilai Rp3,5 triliun, terutama dari penurunan nilai Supreme Geothermal Energy dan pembayaran terkait kegiatan di kawasan hutan sehubungan dengan persetujuan pemanfaatan kawasan hutan (PKKH) tambang nikel Stargate.

UNTR mencatat utang bersih sebesar Rp4,6 triliun, dengan rasio gearing sebesar 4,2%, dibandingkan dengan posisi kas bersih sebesar Rp7,7 triliun per 31 Desember 2025.

Masih Tertekan

Mengutip data perseroan, penjualan alat berat Komatsu sampai triwulan ketiga tahun 2026 turun 17% menjadi 3.026 unit terutama disebabkan oleh penurunan penjualan big machine di sektor pertambangan sebesar 48% menjadi 481 unit, dampak dari alokasi RKAB batu bara nasional yang lebih rendah.

Dari total keseluruhan penjualan alat berat, sebesar 51% diserap sektor pertambangan, 18% diserap sektor perkebunan, 20% diserap sektor konstruksi, dan 11% ke sektor kehutanan.

Pendapatan perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat sedikit meningkat dari Rp8,3 triliun pada triwulan ketiga tahun lalu menjadi Rp8,5 triliun. Pendapatan bersih dari unit usaha alat berat turun 19% menjadi Rp23,6 triliun.

Sementara itu, lengan bisnis kontraktor pertambangan juga ikut tertekan yang dikerjakan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan anak usahanya, PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining)

PAMA dan KPP Mining mencatatkan volume pekerjaan pemindahan tanah yang lebih rendah sebesar 7% menjadi 766 juta bcm dan volume produksi batu bara untuk para kliennya turun 3% menjadi 106 juta ton dengan rata-rata stripping ratio sebesar 7,2x.

Selain itu, Tambang batu bara Turangga Resources mencatatkan volume penjualan batu bara sebesar 7,1 juta ton (termasuk 2,1 juta ton batu bara metalurgi), turun 23% dari periode yang sama di tahun 2025.

Pendapatan bersih dari bisnis emas dan mineral lainnya turun 53% menjadi Rp4,9 triliun, terutama disebabkan oleh penurunan penjualan emas sebesar 70%.

(naw)

No more pages