Logo Bloomberg Technoz

Penjualan Jamu Herbal Menyusut, Laba SIDO Terkoreksi 24%

Muhammad Fikri
27 October 2026 11:20

Irwan Hidayat Direktur PT Sido Muncul Tbk (SIDO). Foto: Bloomberg Businessweek Indonesia
Irwan Hidayat Direktur PT Sido Muncul Tbk (SIDO). Foto: Bloomberg Businessweek Indonesia

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) masih menghadapi tekanan kinerja hingga September 2026, terutama dari segmen jamu herbal dan suplemen.

Di tengah penurunan penjualan produk andalannya, segmen makanan dan minuman kini menjadi kontributor penjualan terbesar perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 30 September 2026, dikutip Selasa (27/10/2026), SIDO membukukan penjualan sebesar Rp2,50 triliun, turun 8,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,73 triliun.


Penurunan penjualan tersebut diikuti penyusutan laba periode berjalan menjadi Rp619,10 miliar, atau turun 24,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp818,54 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Tekanan juga terlihat pada tingkat operasional. Laba bruto SIDO turun 15,7% yoy menjadi Rp1,30 triliun dari Rp1,55 triliun. Sementara itu, laba usaha terkoreksi 23,3% yoy menjadi Rp788,01 miliar dari Rp1,03 triliun.