Logo Bloomberg Technoz

KOMODITAS TAMBANG

Batu Bara RI Rentan Ditinggal Jika Penambang Terus Tunda Kontrak

Azura Yumna Ramadani Purnama
23 October 2026 15:30

Tongkang pengangkut batu bara ditambatkan di penginapan Sungai Mahakam Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Tongkang pengangkut batu bara ditambatkan di penginapan Sungai Mahakam Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) khawatir pembeli batu bara besar di Asia yang membutuhkan kepastian pasokan jangka panjang bakal mencari alternatif pasokan dari negara lain, jika penambang Indonesia menunda meneken kontrak dalam jangka panjang.

Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono menyatakan pembeli batu bara besar di Asia—seperti China, India, hingga Jepang—membutuhkan kepastian pasokan jangka panjang untuk operasional pembangkitnya.

Untuk itu, jika persoalan penundaan kontrak yang dilakukan penambang Indonesia terjadi dalam jangka panjang, Sudirman khawatir batu bara Indonesia bakal ditinggalkan.


“Penundaan yang terlalu lama dapat mendorong pembeli mencari alternatif pasokan dari negara kompetitor seperti Australia atau Rusia,” kata Sudirman kepada Bloomberg Technoz, Jumat (23/10/2026).

Tongkang yang mengangkut batu bara di Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Kesulitan Proyeksi