Arah Rupiah Saat di Luar Negeri Sempat Sentuh Rp18.200/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
27 October 2026 07:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah di pasar spot diperkirakan bergerak di rentang Rp18.100-Rp18.200/US$, menyusul gerak rupiah di pasar Non-Deliverable Foreward (NDF) yang sempat tembus ke level Rp18.202/US$ pada 06.28 WIB. Namun, rupiah kembali menguat sangat terbatas satu jam kemudian ke posisi Rp18.176/US$ pada 07.30 WIB.
Volatilitas rupiah di pasar luar negeri semakin tajam. Kemarin, rupiah menembus Rp18.208/US$ pada 17.45 WIB, lalu sempat kembali kuat dan berada di posisi Rp18.169/US$ Selasa (27/10/2026) pada 02.39 WIB. Namun, pagi ini rupiah di luar negeri kembali melemah ke Rp18.210/US$ pada 04.45 WIB.
Sumber tekanan terhadap rupiah masih berasal dari sentimen MSCI. Ancama perubahan klasifikasi Indonesia dair pasar negara berkembang (Emerging Market) menjadi pasar mandiri (Standalone Market) mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset domestik dan mengamankan dananya pada aset yang dianggap lebih aman.
Pada perdagangan kemarin, investor melepas kepemilikan di pasar saham sebesar US$102,2 juta. Sementara, per 23 Oktober sepanjang pekan aksi jual terjadi di pasar obligasi domestik, sebanyak US$300,2 juta. Namun, secara harian pasar obligasi sempat membukukan pembelian senilai US$18,8 juta.
Sepanjang bulan ini, rupiah telah melemah 1,4%. Dan jika ditarik ke belakang, sepanjang tahun ini pelemahan rupiah tercatat 7,91%.



























