Logo Bloomberg Technoz

KELISTRIKAN

Bahlil Tunda Ekspor Listrik, Prioritaskan Kebutuhan Domestik

Sabrina Mulia Rhamadanty
26 October 2026 17:20

Tiang-tiang listrik diselimuti kabut pagi saat fajar. (Fotografer: Chris Ratcliffe/Bloomberg)
Tiang-tiang listrik diselimuti kabut pagi saat fajar. (Fotografer: Chris Ratcliffe/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah memastikan rencana ekspor listrik ke negara tetangga tidak akan direalisasikan dalam waktu dekat. Pasalnya, pemerintah memilih untuk berfokus memenuhi lonjakan kebutuhan energi bersih di dalam negeri terlebih dahulu sebelum membuka keran ekspor.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kebutuhan pasokan listrik domestik saat ini masih sangat besar dan harus diprioritaskan.

"Indonesia sendiri masih butuh listrik. Kita masih butuhkan listrik banyak di negara kita, jadi mungkin belum dalam waktu dekat ya, tapi semuanya akan kita kaji lagi, kita hitung-hitung betul-betul," tutur Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Senin (26/10/2026). 


Bahlil menjelaskan salah satu pendorong tingginya konsumsi energi nasional datang dari pesatnya perkembangan pusat data (data center). Sektor komputasi intensif tersebut diperkirakan membutuhkan pasokan daya hingga 20 gigawatt (GW).

Oleh karena itu, ia menilai pasar dalam negeri sudah sangat potensial untuk menyerap produksi listrik nasional tanpa harus terburu-buru menjualnya ke luar negeri.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di kantor Kementerian ESDM tanggalnya hari ini (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)