Mencermati analisis saham pada perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memandang ketidakpastian terkait MSCI dan tekanan pasar global masih membayangi pemulihan Indeks. Selanjutnya, investor akan mencermati tindak lanjut reformasi BEI dan OJK, stabilitas rupiah, serta arus dana asing.
Perhatian juga mencermati keputusan dan arah suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS). Bank sentral Federal Reserve akan menggelar rapat dan mengumumkan suku bunga acuan pekan ini.
Pasar berekspektasi Gubernur Kevin Warsh dan sejawat masih mempertahankan suku bunga acuan 3,75-4% bulan ini.
Secara teknikal, IHSG berhasil bertahan di atas level psikologis 5.400, tetapi masih berada di bawah MA20 sekitar 5.813, sehingga tren jangka pendek belum sepenuhnya pulih. Resistance terdekat berada di 5.494–5.539, penembusan area ini dapat membuka peluang penguatan lanjutan.
“Support berada di 5.400–5.366, dengan area berikutnya di 5.244–5.116 jika tekanan jual kembali meningkat,” sebut BRIDS, MACD masih negatif meskipun histogram mulai membaik, sehingga penguatan saat ini masih perlu diperlakukan sebagai technical rebound, belum reversal terkonfirmasi.
Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah HRUM, ANTM, dan CUAN.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menyebut penguatan harga minyak mentah di tengah meningkatnya kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi sentimen utama pada perdagangan hari ini. Harga minyak ditutup menguat lebih dari 3% di mana WTI di level US$103/barel dan Brent pada level US$116/barel. Kenaikan tersebut setelah adanya laporan AS dan Israel tengah menyusun rencana untuk melancarkan serangan baru terhadap Iran.
Investor akan mencermati perkembangan di Timur Tengah ini terkait dengan indikasi gangguan lebih lanjut terhadap pasokan minyak global. Selain itu fokus perhatian pasar akan tertuju pada hasil rapat The Fed. Bank sentral Eropa (ECB) dan bank sentral Jepang (BoJ) juga dijadwalkan akan melakukan pertemuan untuk membahas kebijakan moneter masing-masing.
Secara teknikal, histogram negatif MACD IHSG berlanjut menyempit yang mengindikasikan tekanan jual mereda. Stochastic RSI bergerak menguat di area pivot. IHSG mampu ditutup di atas level 5.400, sehingga terbuka potensi penguatan lebih lanjut untuk menguji level resistance berikutnya di 5.500–5.600.
“Namun perlu diwaspadai dampak kenaikan harga minyak, koreksi harga emas, serta depresiasi rupiah. Cermati saham sektor energi dan yang terkait termasuk batubara, perkapalan tanker dan jasa penunjang migas, serta saham export oriented,” demikian analisis Phintraco.
Saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ELSA, MEDC, MAPI, TEBE, dan RAJA.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, melemahnya bursa Wall Street dan berlanjutnya aksi jual investor asing dalam jumlah yang cukup besar serta turunnya harga komoditas mineral logam diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu dimulainya musim laporan keuangan emiten, aksi buyback, dan komitmen Danantara serta beberapa pihak untuk masuk ke pasar berpeluang menjadi katalis positif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.360–5.280 dan resistance 5.520–5.600,” tulis riset CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham BTPS, MAPI, TLKM, EXCL, ANTM, dan TINS.
Adapun Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG bakal melemah, disebabkan oleh tensi geopolitik yang meningkat, melemahnya rupiah, serta masih derasnya outflow dana asing. Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah PWON, ENRG, dan SMIL.
(fad/aji)



























