Logo Bloomberg Technoz

Tekanan tersebut juga diperburuk oleh alih fungsi lahan mangrove, eksploitasi air tanah yang memicu penurunan muka tanah, serta penumpukan sampah plastik yang menghambat aliran saluran irigasi. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga mengancam permukiman, lahan produktif, infrastruktur, dan mata pencaharian masyarakat pesisir.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, pelaksanaan program lingkungan merupakan bagian dari kontribusi perusahaan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Bagi BRI, tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui BRI Peduli, kami berharap upaya rehabilitasi pesisir ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

BRI Peduli Olah Sampah Jadi Material Pemecah Ombak

Dok. BRI

Selain rehabilitasi mangrove, BRI Peduli mengembangkan Program Pengelolaan Sampah Terpadu di Desa Berahan Kulon, Kabupaten Demak. Program ini mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan upaya perlindungan pesisir melalui pemanfaatan material hasil olahan sampah.

Melalui inisiatif tersebut, BRI Peduli menyediakan rumah produksi di tempat penampungan sementara (TPS) Berahan Kulon. Fasilitas ini digunakan untuk mengolah sampah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan kembali, termasuk Eco Hex Brick yang berfungsi sebagai material penyusun struktur pemecah ombak.

Dari program tersebut, dihasilkan 5.000 unit Eco Hex Brick yang digunakan untuk membangun 28 menara pemecah ombak. Struktur yang tersusun sepanjang 100 meter itu dirancang untuk membantu meredam energi gelombang laut dan mendukung pengendapan sedimen di kawasan pantai.

Pengendapan sedimen menjadi salah satu faktor pendukung pemulihan ekosistem mangrove. Dengan menggabungkan penanaman vegetasi dan pembangunan struktur pemecah ombak, upaya perlindungan pesisir diharapkan dapat berjalan secara terpadu.

Pendekatan ini juga memperlihatkan bagaimana pengelolaan sampah dapat dikaitkan dengan kebutuhan infrastruktur lingkungan. Sampah yang diolah menjadi produk fungsional tidak hanya berpotensi mengurangi beban pencemaran, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang terlibat dalam proses produksinya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menjelaskan, mangrove memiliki fungsi penting dalam membantu mengurangi dampak gelombang laut terhadap garis pantai. Di sisi lain, produksi material pemecah ombak dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat.

“Ini juga berarti membuka lapangan kerja dan menghadirkan penghasilan untuk masyarakat yang ada di pesisir,” jelasnya.

Manfaat ekonomi tersebut dirasakan melalui keterlibatan warga dalam produksi Eco Hex Brick. Dengan demikian, kegiatan perlindungan pantai tidak hanya berorientasi pada pemulihan lingkungan, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh tambahan pendapatan.

Ketua Kelompok Tani Barokah Matsaeri mengapresiasi dukungan BRI Peduli terhadap upaya perlindungan pantai di desanya. Ia berharap program tersebut dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat terhadap abrasi sekaligus memberikan peluang kerja bagi warga.

“Kami atas nama kelompok mengucapkan terima kasih kepada BRI Peduli yang telah membantu masyarakat di desa kami. Alhamdulillah, dengan adanya upaya perlindungan pantai, kami berharap masyarakat tidak lagi merasa khawatir terhadap ancaman abrasi. Selain itu, warga kami juga mendapatkan pekerjaan melalui keterlibatan dalam produksi Eco Hex Brick, yang merupakan inovasi BRIN bersama BRI dan BakauMU,” ungkapnya.

BRI Dorong Pemulihan Lingkungan Berkelanjutan

Dok. BRI

BRI menilai pemulihan ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan dua aspek yang saling berkaitan dalam pembangunan berkelanjutan. Karena itu, program TJSL perusahaan diarahkan untuk menghadirkan manfaat lingkungan sekaligus membuka peluang sosial dan ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah pelaksanaan.

Melalui BRI Peduli, perusahaan berupaya mengembangkan inisiatif yang tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga mengintegrasikan pengelolaan sampah, perlindungan kawasan pesisir, dan pemberdayaan warga. Pendekatan tersebut diharapkan membantu membangun manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

Dhanny menegaskan, pelaksanaan program perlindungan pesisir di Demak merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan warga.

“BRI berharap inisiatif ini dapat membantu melindungi kawasan pesisir sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya,” pungkas Dhanny.

Secara lebih luas, program BRI Menanam – Grow & Green telah dijalankan sejak 2023 sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan. Hingga saat ini, program tersebut telah menanam lebih dari 155 ribu bibit pohon di berbagai wilayah Indonesia.

Penanaman tersebut memiliki potensi serapan emisi sebesar 54,77 ton CO₂e. Capaian ini menjadi bagian dari kontribusi BRI dalam mendukung pemulihan ekosistem dan pengurangan dampak lingkungan melalui program yang melibatkan penanaman pohon.

Di pesisir Demak, kombinasi rehabilitasi mangrove dan pemanfaatan sampah menjadi material pemecah ombak diharapkan memperkuat perlindungan kawasan pantai. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut juga menjadi unsur penting agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Melalui BRI Peduli, BRI melanjutkan upaya menghubungkan agenda pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung ketahanan kawasan pesisir Pantai Utara Jawa sekaligus memperkuat peran warga dalam menjaga lingkungan tempat tinggal mereka.

(tim)

No more pages