Serangan ke Arab Saudi Meluas, Harga Minyak Melonjak Tinggi
News
23 October 2026 07:40

Kanoko Matsuyama - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak bertahan di dekat level tertinggi dalam sekitar sepekan setelah serangan yang semakin intensif terhadap Arab Saudi memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$99 per barel setelah ditutup naik 2,4 persen pada sesi sebelumnya. Sementara itu, minyak mentah Brent ditutup di atas US$113 per barel. Kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan terbaru terhadap Pelabuhan Yanbu di Laut Merah, serta serangan mematikan di sebuah ladang minyak dan bandara di Arab Saudi.
Eskalasi tersebut mengancam meluasnya konflik di sekitar Selat Hormuz, tempat ekspor minyak mentah telah pulih hingga mendekati level sebelum perang. Harga minyak mentah Brent sebagai acuan global telah melonjak lebih dari 85 persen sepanjang tahun ini akibat perang antara AS dan Iran. Sementara itu, harga produk olahan minyak meningkat lebih cepat, terutama solar.
Di Gedung Putih pada Kamis (22/10), Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa AS telah “melumpuhkan” Iran dan mengancam akan melangkah “sedikit lebih jauh”, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. The New York Times melaporkan pekan ini bahwa AS dan Israel telah menyusun rencana untuk kembali melancarkan serangan terhadap Republik Islam Iran setelah pemilihan paruh waktu AS pada awal bulan depan.





























