Logo Bloomberg Technoz

Menkes: Tren Kasus ISPA Turun, Masyarakat Diminta Tetap di Rumah

Redaksi
23 October 2026 11:50

Pemeriksaan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Cilincing, Jakarta, Rabu (23/8/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pemeriksaan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Cilincing, Jakarta, Rabu (23/8/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengalami penurunan dibandingkan dengan September 2026. Meski demikian, dia meminta masyarakat tetap berada di rumah ketika kualitas udara memburuk untuk mengurangi risiko paparan asap.

Budi mengatakan jumlah kasus ISPA harian yang sebelumnya mencapai 10.000 hingga 15.000 kasus pada awal September kini turun menjadi sekitar 3.000 kasus per hari. Adapun secara kumulatif, kasus ISPA tercatat mencapai 333.470 kasus di tujuh provinsi dan 65 kabupaten/kota per 22 Oktober 2026.

"Kesimpulannya adalah trennya kita lihat sudah mulai menurun dari kondisi sebelumnya di awal September," ujar Budi di Gedung Kementerian Kesehatan, Kamis (22/10).


Meski menunjukkan tren penurunan, Budi mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan dampak kesehatan akibat asap karhutla. Dia menilai mengurangi aktivitas di luar rumah menjadi langkah utama untuk menghindari paparan udara yang tercemar.

"Nomor satu paling baik stay at home. Mau pakai apa pun kata-katanya, stay at home. Jangan keluar kalau kondisinya jelek. Kalau toh pun harus keluar, pakai masker," katanya.