Panas Ekstrem Eropa Rugikan PDB Rp341 T, 50 Ribu Orang Meninggal
News
23 October 2026 10:00

Olivia Rudgard dan Laura Millan - Bloomberg News
Bloomberg, Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa pada musim panas diperkirakan menyebabkan 50.000 kematian di berbagai kota di kawasan tersebut, jumlah tertinggi yang pernah tercatat. Kondisi ini juga memangkas sekitar 0,17 persen produk domestik bruto (PDB) Uni Eropa selama April hingga September, atau hampir 17 miliar euro (sekitar Rp341 triliun).
Temuan dari dua studi terpisah tersebut mengungkap besarnya kerentanan Eropa terhadap kenaikan suhu, di tengah kemungkinan bahwa tahun ini menjadi salah satu tahun terpanas dalam sejarah modern.
Estimasi jumlah kematian tersebut berasal dari studi yang dirilis pada Jumat dan dipimpin oleh para ilmuwan dari Imperial College London. Studi itu menyimpulkan bahwa hampir dua pertiga kematian yang terkait dengan suhu tinggi pada musim panas tidak akan terjadi tanpa perubahan iklim. Sementara itu, studi terbaru Bloomberg Economics mengukur kerugian PDB Eropa sebesar 2,5 kali lipat dibandingkan rata-rata kerugian selama periode yang sama dalam satu dekade sebelumnya.
Jumlah kematian secara keseluruhan, yang dipicu serangkaian gelombang panas dengan rekor suhu tertinggi, jauh melampaui angka pada tahun-tahun dengan tingkat kematian tertinggi berikutnya. Menurut penelitian yang akan diterbitkan dalam jurnal Nature Health pekan depan, jumlah tersebut dibandingkan dengan sekitar 29.000 kematian terkait panas di berbagai kota pada 2022 dan sekitar 28.000 kematian pada 2003.































