Berikut deretan emiten yang menyiapkan, melanjutkan, atau mengkaji aksi buyback saham.
1. BBRI Siapkan Buyback Rp1 Triliun
BBRI menyiapkan buyback saham tahap kedua dengan nilai maksimal Rp1 triliun.
Berdasarkan keterbukaan informasi pada 22 Oktober 2026, perseroan menjadwalkan pelaksanaan aksi korporasi tersebut pada 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027.
BRI telah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat nomor S-210/PB.21/2026 tertanggal 22 Oktober 2026.
Buyback tahap kedua ini melanjutkan aksi korporasi sebelumnya. Pada program buyback yang berlangsung hingga 11 September 2026, BBRI merealisasikan pembelian kembali sebanyak 31 juta saham senilai sekitar Rp90,37 miliar dari alokasi maksimal Rp500 miliar.
2. TLKM Buyback Reguler Rp4 Triliun
TLKM menyiapkan langkah untuk mempercepat pelaksanaan program buyback reguler senilai maksimal Rp4 triliun.
Program tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 8 Juni 2026 dan berlaku selama 12 bulan, mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.
Per 19 Oktober 2026, sisa alokasi buyback yang telah disetujui masih lebih dari Rp3 triliun. Percepatan pelaksanaan program tersebut menjadi bagian dari strategi alokasi modal untuk mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Selain program reguler tersebut, Telkom baru saja menyelesaikan pembelian kembali 15.956.199 saham senilai bruto Rp36,54 miliar dengan harga Rp2.290 per saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi pada 22 Oktober 2026, transaksi yang pembayarannya diselesaikan pada 20 Oktober 2026 tersebut dilakukan untuk memenuhi hak pemegang saham yang tidak menyetujui pemisahan sebagian segmen usaha wholesale fiber connectivity tahap kedua.
Dengan demikian, buyback senilai Rp36,54 miliar itu merupakan aksi yang berbeda dari program reguler Rp4 triliun.
3. BBCA Perpanjang Periode Buyback
BBCA memperpanjang periode pelaksanaan buyback saham yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 19-21 Oktober 2026 menjadi 19-23 Oktober 2026.
Aksi tersebut merupakan kelanjutan program buyback yang sebelumnya dilaksanakan pada April dan Juni 2026.
Manajemen menyatakan pembelian kembali saham menjadi salah satu bentuk keyakinan terhadap fundamental bisnis perseroan sekaligus mendukung stabilisasi pasar modal Indonesia.
BBCA masih memiliki program buyback dengan nilai maksimal Rp5 triliun yang berlaku hingga Maret 2027. Dalam pemaparan publik pada 9 September 2026, manajemen menyebut realisasi buyback sejak tahun sebelumnya telah mencapai sekitar Rp3,5 triliun.
4. JSMR Buka Peluang Buyback Saham
JSMR turut membuka peluang melakukan buyback saham di tengah dinamika pasar modal nasional.
Corporate Secretary & Chief Administration Officer JSMR Trias Andriyanto mengatakan perseroan masih mencermati perkembangan pasar sebelum menentukan langkah strategis, termasuk kemungkinan pembelian kembali saham.
Evaluasi tersebut dilakukan melalui kajian komprehensif dengan mempertimbangkan kebutuhan likuiditas, rencana ekspansi operasional, serta keberlangsungan operasional jalan tol.
Jasa Marga menegaskan setiap alternatif aksi korporasi akan mempertimbangkan kondisi keuangan dan prinsip kehati-hatian. Hingga pemberitaan ini disusun, belum terdapat kepastian mengenai nilai, jadwal, maupun realisasi buyback JSMR.
5. AMMN Rancang Rp1 Triliun
AMMN menyiapkan dana sekitar Rp1 triliun dari kas internal untuk mengesekusi rencana buyback saham. Manajemen AMMN menegaskan buyback akan digelar pada 22 Oktober 2026 hingga 22 Januari 2027.
AMMN berharap program buyback itu dapat mengerek tingkat pengembalian bagi investor serta meningkatkan kepercayaan pada fundamental perusahaan.
(fik/naw)





























