Logo Bloomberg Technoz

2 Tahun Prabowo-Gibran: Rupiah Sudah Melemah Nyaris 14%

Redaksi
20 October 2026 15:35

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tak terasa Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah memimpin Indonesia selama dua tahun sejak 20 Oktober 2024 lalu. Sepanjang dua tahun tersebut, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah dengan akumulasi nyaris 14%. 

Berdasarkan data Bloomberg, ketika pemerintahan Prabowo-Gibran dimulai, nilai tukar rupiah tercatat Rp15.495/US$ pada penutupan perdagangan 21 Oktober 2024. Mata uang Tanah Air kemudian bergerak volatil dengan kecenderungan melemah hingga ke level Rp17.987/US$ pada penutupan perdagangan 20 Oktober 2026 hari ini.

Artinya, rupiah mencatat depresiasi hingga 13,85%. Sepanjang 2026, rupiah bahkan telah melemah 7,28% dan menjadi mata uang terlemah di Asia.

Rupiah sepanjang masa pemerintahan Prabowo-Gibran, depresiasi hampir 14% dari Rp15.495-Rp.17.987/US$, per 20 Oktober 2026. (Bloomberg)

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abdul Manap Pulungan menilai rupiah telah terdepresiasi dalam selama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, salah satu penyebab pelemahan rupiah saat ini ialah persoalan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.

"Ini lagi-lagi berbicara trust. Hal ini juga terkonfirmasi dari credit default swap Indonesia yang cenderung meningkat. Artinya ketika investor ingin berani menaruh duit Indonesia, tetapi dia meminta imbal hasil yang lebih tinggi," ucapnya, Selasa (20/10/2026).