Logo Bloomberg Technoz

Ukraina Duga AS Batasi Intelijen, Blokir Informasi Serangan Rusia

News
20 October 2026 15:10

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. (Bloomberg)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. (Bloomberg)

Natalia Drozdiak, Courtney McBride dan Daryna Krasnolutska - Bloomberg News

Bloomberg, Para pejabat Ukraina mengindikasikan kecurigaan bahwa Amerika Serikat (AS) secara berkala membatasi pembagian data intelijen meskipun ada bantahan dari pemerintahan Trump. Pembatasan itu diduga membuat rudal Rusia menghantam Ukraina tanpa peringatan, termasuk dalam serangan rudal balistik pada Minggu (18/10).

Ukraina meyakini pemerintahan Trump mengurangi aliran informasi intelijen sehingga sejumlah rudal dalam gelombang pertama serangan berhasil mencapai sasaran. Sistem peringatan dini kemudian kembali diaktifkan untuk gelombang serangan kedua pada malam harinya, menurut sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut. Mereka berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang memberikan keterangan kepada publik.


“Serangan rudal balistik Rusia lainnya terjadi dalam beberapa gelombang sepanjang malam, dan sekali lagi, tidak ada peringatan dini dari mitra kami,” tulis Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di media sosial. Ia mengatakan Rusia meluncurkan 16 rudal balistik dalam serangan yang menargetkan Kyiv dan wilayah sekitarnya.

Gedung Putih dan Kantor Direktur Intelijen Nasional AS belum segera menanggapi permintaan komentar.