Logo Bloomberg Technoz

Investor Borong Surat Utang RI, Rupiah Menguat

Tim Riset Bloomberg Technoz
20 October 2026 13:31

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan yield di pasar surat utang cukup beragam. Sebagian tenor mencatat penurunan yield, sebagian lainnya masih naik. 

Melansir data Bloomberg, Selasa (20/10/2026), koreksi yield paling tajam terjadi di tenor 11 tahun, turun 8 basis poin (bps) jadi 7,4%.

Sementara tenor 5 tahun turun  1,6 bps jadi 7,22%, diikuti tenor 9 tahun turun 1,3 bps jadi 7,43% dan tenor 10 tahun turun 1 bps ke 7,42%. Begitu juga dengan tenor 15 tahun tercatat turun 1,7 bps jadi 7,39%. 


Sebaliknya, sebagian tenor masih mengalami kenaikan yield, terutama di tenor pendek 1 dan 2 tahun naik tipis masing-masing 0,8 dan 0,3 bps ke 6,84% dan 6,9%. Yield tenor 4 tahun juga tercatat naik 1,6 bps jadi 7,21%. 

Kenaikan yield paling tajam terjadi di tenor 20 tahun, melonjak 27,8 bps jadi 7,45%, disusul 16 tahun 3,5 bps jadi 7,48%.