Logo Bloomberg Technoz

Konsolidasi Politik Prabowo Gibran di Tahun ke-2: Tak Ada Oposisi

Merinda Faradianti
20 October 2026 14:20

Prabowo Gibran dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025, Jakarta, (1/10). (Tangkapan layar Sekretariat Presiden)
Prabowo Gibran dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025, Jakarta, (1/10). (Tangkapan layar Sekretariat Presiden)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah pengamat politik menilai Presiden Prabowo Subianto berhasil melakukan konsolidasi politik skala besar dalam kurun dua tahun masa kepemimpinannya. Para pengamat sepakat konsolidasi tersebut membuat pemerintahan Prabowo nyaris tak memiliki oposisi atau lawan politik.

“Saya melihat konsolidasi politik Prabowo berhasil, terutama dalam merangkul partai-partai politik. Artinya, Prabowo dapat merangkul partai-partai politik, termasuk PDIP, meskipun partai tersebut mengaku berada di luar pemerintahan,” kata Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga dikutip, Selasa (20/10/2026).

“Jika melihat kedekatan Prabowo dengan Megawati, saya menilai PDIP bukanlah oposisi bagi Prabowo.”


Peneliti Politik Senior BRIN Lili Romli menilai, Prabowo dan Gibran memang membutuhkan konsolidasi politik besar-besaran untuk menopang program unggulannya yang banyak menuai kritik. Menurut dia, tanpa dukungan politik, pemerintah akan sangat kesulitan menjalankan program-program prioritas.

Toh, kata dia, program-program unggulan ini adalah pertaruhan besar bagi Prabowo dan pemerintah. Mereka harus memastikan seluruh program tersebut berjalan dan berhasil sebagai modal untuk kembali mendapatkan dukungan pada Pemilu 2029.