Logo Bloomberg Technoz

Prancis Berlakukan Jam Malam Demi Redam Aksi Protes

News
20 October 2026 16:10

Para pengunjuk rasa di pusat kota Paris, Prancis pada 13 Oktober. (Sumber: Bloomberg)
Para pengunjuk rasa di pusat kota Paris, Prancis pada 13 Oktober. (Sumber: Bloomberg)

Benoit Berthelot - Bloomberg News

Bloomberg, Aksi protes di Prancis sebagian besar mereda setelah pihak berwenang memberlakukan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat, termasuk jam malam di sejumlah wilayah. Kebijakan ini diterapkan menyusul demonstrasi terkait biaya hidup pada akhir pekan yang berujung pada kekerasan, perusakan, dan penjarahan.

Jam malam mulai pukul 23.00 diberlakukan di beberapa wilayah Paris pada Senin (19/10) malam, disertai pembatasan di kota-kota lain. Langkah tersebut diambil setelah Perdana Menteri Sébastien Lecornu sebelumnya meminta pemerintah daerah memberlakukan jam malam jika diperlukan.


Kerusuhan yang menyertai gerakan sosial bukan hal baru di Prancis. Kerusuhan dan penjarahan oleh pihak-pihak yang memanfaatkan situasi serupa juga terjadi pada 2023 dan 2018, ketika gerakan Rompi Kuning (Yellow Vests) berlangsung. Namun, tingkat kekerasan dan skala kerusuhan pada akhir pekan lalu mengejutkan pihak berwenang. Peristiwa itu terjadi ketika Prancis menghadapi ketegangan politik dan keuangan yang memuncak, hanya enam bulan sebelum pemilihan presiden untuk menentukan pengganti Emmanuel Macron.

Aksi protes pada Sabtu diikuti lebih dari setengah juta orang di seluruh Prancis. Namun, demonstrasi yang dipicu kekhawatiran terhadap biaya hidup itu segera berubah menjadi kerusuhan ketika kelompok-kelompok yang bergerak cepat menyasar ratusan toko. Menurut data Kementerian Dalam Negeri, sebanyak 2.397 orang ditangkap pada Sabtu. Aksi perusakan berlanjut pada Minggu malam, dengan sejumlah toko dijarah dan 108 orang lainnya ditangkap di Paris.