Logo Bloomberg Technoz

Jelang Pengumuman BI Rate, Rupiah Menguat ke Bawah Rp18.000/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
20 October 2026 15:32

Nasabah menukarkan uang rupiah ke dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Nasabah menukarkan uang rupiah ke dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah hari ini, Selasa (20/10/2025), ditutup menguat 0,32% ke Rp17.986/US$, tertopang intervensi Bank Indonesia (BI) jelang pengumuman BI Rate besok. 

Di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF), intervensi BI sepertinya berhasil menekan volatilitas gerak rupiah. Mata uang Garuda di luar negeri menguat 0,33% ke Rp18.019/US$ dari Rp18.092/US$ yang menjadi posisi penutupan perdagangan offshore kemarin.

Di pasar obligasi negara, yield sebagian tenor terpangkas. Tenor 15 tahun memangkas yield 1,6 bps jadi 7,4%, diikuti tenor 12 tahun 2,5 bps jadi 7,43%, dan tenor 9 tahun turun 1,7 bps ke 7,43%.


Begitu juga yield tenor 5 tahun ikut turun terbatas 0,3 bps jadi 7,23%. Namun, yield tenor acuan 10 tahun naik tipis 0,5 bps jadi 7,43%. 

Kenaikan yield di pasar obligasi global turut menekan gerak di pasar obligasi domestik, dengan kenaikan yield US Treasury 4,4 bps jadi 5,11% akibat kekhawatiran akan inflasi. Namun, ekspektasi kenaikan Federal Funds Rate (FFR) mereda membuat kenaikan yield tidak sepenuhnya meluas.