"Untuk Influenza A H3N2 yang sempat menjadi perhatian Kementerian Kesehatan berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia tidak menemukan peningkatan tingkat keparahan penyakit," kata Andi.
Meski demikian, masyarakat tetap perlu mewaspadai influenza, terutama kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit berat. Kelompok tersebut antara lain balita, ibu hamil, lansia, orang dengan penyakit penyerta atau komorbid, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
"Ini yang penting, kelompok berisiko. Tadi sudah dijelaskan, saya juga sudah jelaskan siapa kelompok berisiko tersebut seperti balita, ibu hamil, kemudian komorbid, orang lanjut usia, imunokompromis dan sebagainya," ujarnya.
Penyebab anak lebih gampang terkena influenza A
Konsultan Pulmonologi Intervensi dan Kegawatdaruratan Napas, dr Pompini Agustina Sitompul, SpP mengatakan, influenza merupakan penyakit menular yang dapat menyebar melalui droplet ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui tangan yang terkontaminasi.
Karena itu, menurut Pompini, pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan etika batuk dan bersin serta rutin mencuci tangan.
"Karena itu pencegahannya adalah melihat cara penularannya, melakukan etika batuk, menutup hidung dan mulut ketika saat batuk atau bersin dan selalu mencuci tangan," kata Pompini.
Dia menjelaskan, perjalanan penyakit influenza cukup bervariasi. Sebagian kasus dapat sembuh dengan sendirinya atau bersifat self-limiting disease, sementara sebagian lainnya hanya menimbulkan gejala ringan.
Namun, pada kelompok tertentu, influenza dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih berat. Pompini menyebut anak berusia di bawah lima tahun sebagai salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian.
"Pada kelompok mana yang biasanya mudah sekali atau bisa potensi menimbulkan gejala yang berat yang harus diperhatikan adalah pada lansia usia di atas 65 tahun atau pada kelompok orang yang memiliki penyakit dengan gangguan sistem imun atau imunokompromis, pada anak usia di bawah 5 tahun," ujarnya.
Selain anak dan lansia, risiko penyakit berat juga dapat meningkat pada orang yang memiliki penyakit komorbid, terutama apabila penyakit penyerta tersebut tidak terkontrol.
(dec/spt)




























