Logo Bloomberg Technoz

Komdigi pada April 2026 juga menyatakan bahwa informasi mengenai pendaftaran BLT Kesra yang beredar di media sosial merupakan informasi tidak benar. Pemerintah belum mengumumkan kelanjutan BLT Kesra untuk 2026.

Jangan Terkecoh Link Pendaftaran

Masyarakat perlu berhati-hati apabila menemukan unggahan yang mengklaim pendaftaran BLT Kesra Rp900.000 telah dibuka. Komdigi sebelumnya menemukan konten media sosial yang meminta masyarakat berinteraksi melalui Facebook untuk memperoleh informasi pendaftaran.

Klarifikasi pemerintah menyebut informasi tersebut tidak benar dan dapat menjadi modus untuk memperoleh data pribadi masyarakat. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak mengisi data melalui tautan yang sumbernya tidak jelas.

Cara Cek Penerima Bansos

Masyarakat tetap dapat mengecek status penerima bansos melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos. Situs tersebut saat ini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai sumber data penerima manfaat.

Berikut langkah pengecekannya:

  1. Buka laman resmi Cek Bansos Kemensos.

  2. Masukkan 16 digit NIK sesuai KTP.

  3. Ketik huruf kode atau captcha yang tersedia.

  4. Klik tombol “Cari Data”.

  5. Sistem akan menampilkan informasi mengenai data penerima manfaat yang terdaftar.

Mengenal Sistem Desil DTSEN

DTSEN mengelompokkan keluarga berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi ke dalam 10 desil. Desil 1 mencakup kelompok 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Pada laman resmi Cek Bansos, desil 1 hingga 4 atau 40% terbawah dapat diusulkan sebagai penerima sejumlah program bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.

Posisi desil juga bersifat dinamis. Apabila kondisi sosial ekonomi masyarakat tidak sesuai dengan data yang tercatat, pembaruan dapat diajukan melalui desa atau kelurahan, dinas sosial, maupun aplikasi Cek Bansos.

Data tersebut selanjutnya dapat dihitung ulang secara berkala oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga posisi desil seseorang dapat berubah mengikuti kondisi sosial ekonomi terbaru.

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Kemensos

Masyarakat juga perlu mewaspadai tautan yang mengatasnamakan Kementerian Sosial dan menawarkan pendaftaran BLT Kesra Rp900.000. Jangan memberikan NIK, nomor telepon, data rekening, kode OTP, maupun informasi pribadi lainnya melalui situs atau tautan yang tidak berasal dari kanal pemerintah.

Kemensos menyediakan laman resmi untuk pengecekan penerima manfaat. Masyarakat dapat menggunakan situs Cek Bansos Kemensos dan memasukkan NIK sesuai petunjuk yang tersedia.

Komdigi juga pernah mengklarifikasi modus serupa pada Januari 2026 terkait tautan pendaftaran bantuan Rp900.000 yang mengatasnamakan Kemensos. Tautan tersebut tidak mengarah ke laman resmi Cek Bansos dan disebut berpotensi menjadi upaya pencurian data pribadi atau phishing.

Dengan demikian, informasi mengenai pencairan bantuan sosial BLT Kesra Rp900.000 pada September 2026 sebaiknya tidak langsung dipercaya sebelum ada pengumuman resmi pemerintah. Masyarakat dapat melakukan pengecekan melalui kanal pemerintah dan menghindari tautan pendaftaran yang disebarkan melalui pesan tidak dikenal maupun media sosial.

(seo)

No more pages