Logo Bloomberg Technoz

GANGGUAN KELISTRIKAN

Pengalihan Beban PLTA ke PLTU Saat El Ninõ Dinilai Bukan Solusi

Sabrina Mulia Rhamadanty
23 September 2026 13:50

PLTU Paiton di Probolingggo, Jawa Timur./dok. PLN
PLTU Paiton di Probolingggo, Jawa Timur./dok. PLN

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rencana pemerintah untuk mengandalkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) saat pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mengalami kekeringan di tengah fenomena El Ninõ dinilai bukan solusi yang tepat. 

Institute for Essential Services Reform (IESR) mengingatkan bahwa pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil juga memiliki kerentanan yang tinggi terhadap dampak perubahan iklim dan fenomena El Ninõ.

"Dampak perubahan iklim itu juga berisiko pada pembangkit termal seperti PLTU dan PLTGU. Dalam hal apa? Sistem pendinginannya [cooling system] menjadi kurang efisien. Akibatnya, daya keluaran pembangkit juga akan merosot," ungkap Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa, saat dihubungi, Rabu (23/9/2026). 


Fabby memberikan gambaran bahwa kasus serupa telah terjadi di beberapa negara. Di India, sejumlah PLTU sempat berhenti beroperasi dan mengalami penurunan kapasitas secara drastis karena suhu lingkungan yang terlalu panas. 

Sementara di Prancis, beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) harus dihentikan sementara karena suhu air sungai yang digunakan sebagai media pendingin melebihi batas ketentuan regulasi lingkungan.