Dengan demikian, periode kedua perpanjangan VTO ini merupakan periode terakhir pelaksanaan voluntary tender offer Protelindo atas saham-saham perusahaan sasaran.
Sebagai informasi, 97,33% saham SUPR saat ini dikuasai oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo). Sebesar 2,58% dimiliki PT Iforte Solusi Infotek, sementara porsi masyarakat di bawah 5% (free float) hanya 0,09%.
Perusahaan telah berupaya memenuhi free float setelah diakuisisi Protelindo pada 1 Oktober 2021.
Namun, upaya tersebut belum berhasil, terlebih kebijakan terbaru batas free float saat ini ditetapkan minimal 15%. Sehingga, delisting dinilai menjadi langkah yang paling realistis.
(red)
No more pages




























