Logo Bloomberg Technoz

Menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA), total persediaan diesel AS turun menjadi 107,9 juta barel per 11 September—angka terendah untuk periode tahun ini sejak pencatatan data dimulai pada 1982.

Barsamian menilai penarikan diesel yang cepat dari fasilitas penyimpanan AS menunjukkan betapa ketatnya pasokan pasar dalam beberapa bulan terakhir, sementara meningkatnya ketersediaan tangki sewaan menegaskan perkiraan lamanya kondisi ketat ini akan berlangsung.

Kombinasi antara penurunan persediaan dan peningkatan ketersediaan ruang penyimpanan, lanjut Barsamian, mengindikasikan bahwa pelaku pasar memperkirakan pasokan akan tetap ketat setidaknya hingga kuartal pertama tahun depan. Tangki penyimpanan biasanya disewa untuk jangka waktu enam bulan hingga satu tahun.

"Semakin banyak ruang penyimpanan yang tersedia untuk disewa karena tidak ada pihak yang ingin memperpanjang kontrak mereka saat ini. Mengapa Anda harus membayar sewa tangki penyimpanan jika tidak ada diesel yang bisa disimpan?" ujar Barsamian, dilansir dari Reuters, Selasa (22/9/2026).

Krisis Global

EIA juga memperkirakan tingkat persediaan akan tetap rendah.

"Kami memproyeksikan persediaan bahan bakar minyak distilat—yang sering dijual sebagai diesel—di Amerika Serikat akan turun di bawah 100 juta barel pada September dan tetap berada di bawah angka terendah dalam lima tahun hingga akhir tahun 2026 serta sebagian besar tahun 2027," bunyi pernyataan EIA awal bulan ini.

Persediaan solar di Eropa juga berada di level rendah. Menurut data terbaru dari Insights Global, stok di pusat penyimpanan, penyulingan, dan perdagangan Amsterdam-Rotterdam-Antwerp tercatat 16% di bawah rata-rata lima tahun pada Juli.

Di Singapura, total tingkat persediaan distilat rata-rata mencapai sekitar 8,2 juta barel selama beberapa minggu terakhir; angka ini serupa dengan tingkat sebelum konflik Iran, tetapi masih di bawah rata-rata tahun 2025 sebesar 9,6 juta barel.

"Berbagai pasar negara berkembang di Asia telah terdampak cukup signifikan," ujar Andrea Pescatori, Wakil Kepala Divisi Asia-Pasifik Dana Moneter Internasional (IMF), dalam Asia Pacific Petroleum Conference di Singapura.

(ros)

No more pages