“Ini momentum emas atau golden moment untuk para pegiat ekraf hingga wirausaha kreatif naik kelas. Spirit-nya bukan hanya untuk yang hadir menonton, tetapi harus sampai keluar stadion. Di sinilah storytelling dan kolaborasi menjadi penting untuk membangkitkan semangat semua pihak. Opportunity is there! tergantung kita melihat dan memanfaatkan kesiapan momen ini menjadi global stage,” tambahnya.
Sementara itu, Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective (RVC), Karen Tjahja, mengatakan konser YE di Jakarta mendapat antusiasme dari penggemar mancanegara.
Menurut Karen, Jakarta menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania yang dikonfirmasi dalam tur YE tahun ini. Penonton konser juga disebut berasal dari sejumlah negara, termasuk Australia, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Thailand.
“Ini merupakan penampilan perdana YE di Indonesia, sekaligus menjadikan Jakarta sebagai satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania yang dikonfirmasi dalam tur YE tahun ini. Tingginya minat terhadap konser ini juga terlihat dari penonton yang datang dari berbagai negara, termasuk Australia, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Thailand. Kami ingin menghadirkan pengalaman pertunjukan yang berbeda melalui Globe Stage, konsep panggung 360 derajat yang menempatkan penonton di pusat pengalaman konser dan memungkinkan mereka menikmati pertunjukan dari berbagai sisi," ucap Karen.
Ia berharap dukungan Kementerian Ekraf terhadap konser tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan lebih jauh potensi ekonomi kreatif Indonesia kepada pelaku industri internasional.
Menurut Karen, keterlibatan pegiat ekraf Indonesia juga diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi pada masa mendatang sehingga memberikan nilai jangka panjang bagi ekosistem kreatif nasional.
(dec/del)





























