Donald Trump telah memberi sinyal pada November bahwa AS akan menjual F-35 kepada Arab Saudi. Langkah tersebut menawarkan hadiah yang telah lama diinginkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, menjelang kunjungannya ke Gedung Putih pada bulan yang sama.
Menurut sejumlah pejabat yang mengetahui negosiasi tersebut, F-35 merupakan jet tempur paling canggih di dunia dan telah lama diinginkan Arab Saudi.
Teknologi canggih yang dimiliki F-35 juga menjadi salah satu alasan mengapa kesepakatan tersebut berpotensi menghadapi tantangan. Arab Saudi mempererat hubungan dengan China dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa penjualan jet tempur tersebut kepada Riyadh dapat memungkinkan Beijing memperoleh akses terhadap sejumlah sistem militer Amerika Serikat yang paling canggih.
“Arab Saudi dan China memiliki sejarah kerja sama keamanan, termasuk latihan militer gabungan,” kata Justin Leopold-Cohen, analis riset di Foundation for Defense of Democracies. “Hal itu seharusnya menjadi alasan bagi Washington untuk membatalkan kesepakatan, karena dapat membuat pesawat-pesawat tersebut menghadapi risiko yang tidak perlu.”
(bbn)































