“Dewan Hak Asasi Manusia PBB tidak mencapai apa pun untuk hak asasi manusia selama puluhan tahun, sembari terus mengeluarkan omong kosong yang tidak serius,” kata juru bicara Gedung Putih Anna Kelly dalam sebuah pernyataan. “Satu-satunya pihak dalam konflik ini yang melakukan kejahatan perang adalah rezim Iran, yang telah membunuh ribuan rakyatnya sendiri, menewaskan warga Amerika di luar negeri, melakukan aksi terorisme di Selat Hormuz, dan melancarkan serangan membabi buta terhadap negara-negara tetangganya di kawasan.”
Pentagon sebelumnya mengatakan bahwa insiden tersebut sedang diselidiki. Pada Kamis, seorang pejabat Pentagon mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan departemen tersebut tidak akan mengomentari laporan dari organisasi eksternal.
Meskipun laporan setebal 18 halaman tersebut tidak bersifat mengikat, laporan ini menambah bukti yang terus berkembang dan pada akhirnya dapat digunakan untuk mendorong pertanggungjawaban di pengadilan internasional.
Serangan rudal terhadap sekolah di Minab merupakan insiden terburuk yang menyebabkan korban sipil dalam operasi AS selama beberapa dekade.
Pada Juni, Bloomberg News melaporkan bahwa para penyelidik tengah memeriksa sejumlah kekeliruan yang menyebabkan serangan terhadap sekolah di Minab, termasuk sistem intelijen AS yang tidak saling terhubung serta pernyataan seorang analis intelijen AS yang sebelumnya telah menunjukkan bahwa bekas fasilitas militer tersebut kini digunakan sebagai sekolah dasar, tetapi luput dari perhatian.
(bbn)
































