Karena itu, investor perlu memahami mekanisme pembayarannya agar tidak keliru ketika menunggu dividen masuk. Terutama bagi investor baru, istilah seperti cum-dividend date, ex-dividend date, recording date, dan payment date terkadang masih membingungkan.
Dividen Masuk ke Mana?
Tempat atau bentuk penerimaan dividen bergantung pada jenis dividen yang ditetapkan perusahaan. Untuk dividen tunai, dana umumnya disalurkan melalui mekanisme yang berkaitan dengan rekening dana investor.
Dikutip dari buku Perilaku Keuangan Berkelanjutan karya Afriapollo Syafaruddin dan Bambang Mulyana serta sejumlah sumber lainnya, secara umum terdapat beberapa bentuk penerimaan dividen yang dapat diperoleh pemegang saham.
-
Rekening Dana Nasabah (RDN)
Untuk dividen tunai atau cash dividend, dana dapat disalurkan ke Rekening Dana Nasabah (RDN) milik investor sesuai mekanisme yang berlaku.
RDN merupakan rekening dana nasabah yang dibuka oleh perusahaan sekuritas atas kuasa nasabah untuk mendukung penyelesaian transaksi di pasar modal. Dana yang tersedia di dalamnya dapat digunakan kembali untuk kebutuhan transaksi investasi. -
Rekening bank pribadi
Dalam mekanisme tertentu, dividen tunai juga dapat disalurkan langsung ke rekening bank pemegang saham. Investor yang memenuhi persyaratan akan menerima dana sesuai jumlah saham yang dimiliki dan ketentuan pembagian dividen.
Penyaluran dapat dilakukan melalui transfer elektronik atau metode lain yang ditentukan dalam mekanisme pembayaran perusahaan. -
Saham tambahan
Perusahaan juga dapat memberikan dividen dalam bentuk saham tambahan. Pembagian tersebut dikenal sebagai stock dividend atau dividen saham.
Dalam skema ini, investor menerima tambahan saham berdasarkan rasio yang telah ditetapkan perusahaan. Misalnya, investor memiliki 100 lembar saham dan perusahaan menetapkan dividen saham sebesar 10 persen.
Dengan ketentuan tersebut, investor akan memperoleh tambahan 10 lembar saham tanpa harus menyetorkan dana baru untuk mendapatkan saham tambahan tersebut.
Skema dividen saham dapat menjadi salah satu cara perusahaan memberikan imbal hasil kepada pemegang saham sekaligus mempertahankan kas yang dimiliki perusahaan. -
Aset tertentu
Selain uang tunai dan saham, perusahaan juga dapat memberikan dividen dalam bentuk aset. Mekanisme ini dikenal sebagai property dividend atau dividen properti.
Dalam skema tersebut, perusahaan mengalihkan aset fisik atau investasi tertentu kepada pemegang saham. Jenis pembagian ini relatif jarang digunakan karena prosesnya lebih kompleks dibandingkan pembagian dividen tunai atau saham.
Aset yang dapat menjadi bagian dari pembagian tersebut antara lain: -
Saham perusahaan lain.
-
Real estat.
-
Aset berharga lainnya.
Jenis dividen yang diterima investor pada akhirnya mengikuti keputusan perusahaan. Karena itu, investor perlu memperhatikan informasi resmi yang disampaikan emiten mengenai bentuk serta mekanisme pembagian keuntungan.
Tahapan Pembagian Dividen
Pembagian dividen dapat dilakukan satu kali maupun beberapa kali dalam satu tahun, tergantung keputusan dan kebijakan masing-masing perusahaan. Sebelum dana atau bentuk dividen diterima, terdapat beberapa tanggal penting yang perlu diperhatikan investor.
Dikutip dari Buku Ajar: Manajemen Keuangan karya Sri Handini, sejumlah tanggal tersebut berkaitan langsung dengan proses penentuan investor yang berhak menerima dividen.
-
Tanggal deklarasi
Declaration date atau tanggal deklarasi merupakan waktu ketika perusahaan secara resmi mengumumkan rencana pembagian dividen.
Pengumuman tersebut umumnya memuat informasi penting seperti jumlah dividen per saham, total dividen yang akan dibagikan, tanggal pencatatan, serta tanggal pembayaran. -
Cum-dividend date
Cum-dividend date merupakan batas waktu perdagangan saham bagi investor yang ingin memperoleh hak atas dividen tertentu.
Investor yang membeli saham hingga batas waktu yang ditentukan sesuai ketentuan pasar masih memiliki hak atas pembagian dividen tersebut. -
Ex-dividend date
Setelah cum-dividend date terdapat ex-dividend date. Investor yang membeli saham pada tanggal ini atau setelahnya tidak lagi memperoleh hak atas dividen dari pembagian yang sedang berlangsung.
Karena itu, investor yang mengejar hak dividen perlu memperhatikan tanggal perdagangan saham, bukan hanya tanggal pembayaran yang tercantum dalam pengumuman. -
Recording date
Recording date atau tanggal pencatatan merupakan waktu ketika perusahaan menetapkan daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen.
Investor yang tercatat sebagai pemegang saham sesuai ketentuan pada tanggal tersebut menjadi pihak yang berhak memperoleh dividen yang telah diumumkan perusahaan. -
Payment date
Payment date merupakan tanggal ketika pembagian dividen benar-benar dilakukan kepada pemegang saham yang berhak.
Pada tahap ini, dividen disalurkan sesuai bentuk yang telah ditetapkan perusahaan. Jika perusahaan membagikan cash dividend, investor akan menerima dana melalui mekanisme pembayaran yang berlaku.
Pemahaman terhadap kelima tanggal tersebut penting bagi investor karena kepemilikan saham pada waktu yang berbeda dapat memengaruhi hak atas dividen. Membeli saham setelah melewati ex-dividend date, misalnya, membuat investor tidak memperoleh hak atas pembagian dividen tersebut.
Sebaliknya, investor yang ingin mendapatkan dividen perlu memastikan kepemilikannya memenuhi ketentuan pada periode yang telah ditetapkan perusahaan dan mekanisme pasar modal.
Bagi investor baru, informasi pembagian dividen biasanya dapat ditemukan melalui pengumuman resmi emiten maupun informasi yang disediakan perusahaan sekuritas. Investor juga dapat memperhatikan jadwal corporate action untuk mengetahui tahapan pembagian dividen.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa menerima dividen tidak berarti seluruh keuntungan investasi otomatis berasal dari pembayaran tersebut. Nilai saham dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan berbagai faktor lainnya.
Oleh sebab itu, investor sebaiknya memahami bahwa dividen merupakan salah satu bagian dari aktivitas investasi saham. Keputusan perusahaan mengenai pembagian dividen juga dapat berbeda dari satu emiten ke emiten lainnya.
Dengan memahami ke mana dividen disalurkan dan bagaimana tahapan pembayarannya, investor dapat mengetahui kapan hak atas pembagian keuntungan ditetapkan serta kapan pembayaran dilakukan.
Jadi, ketika payment date tiba, investor tidak perlu bingung lagi mengenai proses penerimaan dividen. Bentuk dan jalur pembayarannya akan mengikuti keputusan perusahaan serta mekanisme yang berlaku pada rekening atau akun investasi pemegang saham.
(seo)





























