Menurut PCMag, kasus ponsel yang terbakar atau meledak hampir selalu berkaitan dengan baterai. Smartphone saat ini umumnya menggunakan baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang dan bekerja melalui keseimbangan antara elektroda positif dan negatif.
Jika keseimbangan atau komponen internal baterai mengalami gangguan, dapat terjadi reaksi yang menghasilkan panas. Ketika panas tersebut tidak terkendali, kondisi baterai dapat semakin memburuk.
Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah thermal runaway. Istilah tersebut merujuk pada reaksi berantai ketika peningkatan suhu menyebabkan baterai menghasilkan panas semakin besar.
Baterai yang sedang diisi daya dapat mengalami peningkatan suhu. Hal serupa juga dapat terjadi ketika prosesor bekerja terlalu berat dalam waktu lama.
Jika suhu meningkat terlalu tinggi, komposisi kimia di dalam baterai dapat terganggu. Reaksi tersebut kemudian dapat membuat suhu terus naik hingga berpotensi menyebabkan baterai terbakar.
Kerusakan Fisik hingga Usia Baterai
Penyebab HP mengalami overheat tidak selalu berasal dari satu faktor. Kondisi perangkat, baterai, lingkungan, hingga kebiasaan penggunaan dapat ikut berpengaruh.
PCMag menyebut kerusakan fisik sebagai salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Ponsel yang pernah terjatuh atau mengalami tekanan maupun tekukan berlebihan dapat mengalami gangguan pada bagian internal baterai.
Baterai yang rusak secara fisik memiliki risiko lebih besar mengalami masalah pada komponen di dalamnya. Kerusakan tersebut terkadang tidak langsung terlihat dari bagian luar perangkat.
Paparan panas juga menjadi faktor yang perlu dihindari. Meletakkan HP terlalu lama di bawah sinar matahari, misalnya, dapat meningkatkan temperatur perangkat dan memberikan tekanan tambahan pada baterai.
Selain itu, perangkat lunak tertentu juga dapat membuat ponsel bekerja lebih berat dari biasanya. Malware yang menyebabkan CPU terus bekerja dalam intensitas tinggi berpotensi membuat suhu perangkat meningkat.
Masalah dalam proses pengisian daya juga tidak boleh diabaikan. Gangguan pada baterai, charger, atau komponen pengisian dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kelistrikan di dalam perangkat.
Usia baterai turut memengaruhi kondisinya. Baterai akan mengalami degradasi setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu.
Pada perangkat yang telah dipakai selama bertahun-tahun, kualitas komponen internal baterai dapat menurun. Dalam kondisi tertentu, baterai yang sudah mengalami degradasi dapat membengkak atau menjadi lebih mudah panas.
Selain faktor penggunaan dan usia, masalah juga dapat terjadi akibat proses produksi. Karena itu, kondisi baterai perlu diperhatikan sejak perangkat masih dalam kondisi normal.
Mengapa Baterai Bisa Mengeluarkan Asap?
Untuk memahami munculnya asap, struktur baterai lithium-polymer atau Li-Po dapat menjadi salah satu gambaran. Menurut iFixit, baterai jenis tersebut memiliki beberapa komponen penting, termasuk katoda, separator, dan anoda.
Separator memiliki fungsi untuk mencegah katoda dan anoda bersentuhan secara langsung. Jika lapisan tersebut mengalami kerusakan, kedua bagian dapat mengalami kontak yang tidak seharusnya.
Kerusakan bisa terjadi akibat berbagai kondisi, termasuk baterai yang tertusuk atau mengalami benturan maupun tekanan fisik. Ketika terjadi kontak yang menyebabkan korsleting internal, energi yang tersimpan dalam baterai dapat mengalir melalui titik tersebut.
Aliran energi pada titik korsleting menghasilkan panas dalam jumlah besar. Panas tersebut kemudian dapat memengaruhi elektrolit yang berada di sekitar area yang mengalami masalah.
Menurut iFixit, panas dapat membuat elektrolit menguap menjadi gas. Gas tersebut kemudian bercampur dengan pelarut yang mudah terbakar.
Jika temperatur terus meningkat hingga mencapai titik nyala, gas dapat terbakar. Kondisi tersebut dapat memicu thermal runaway dan menyebabkan temperatur baterai semakin tinggi.
Dalam kondisi yang lebih parah, proses tersebut dapat menyebabkan baterai membengkak, mengeluarkan asap, terbakar, atau bahkan meledak.
iFixit juga menjelaskan bahwa sumber utama kebakaran pada baterai bukan karena lithium di dalamnya bereaksi langsung dengan udara atau kelembapan. Pelarut yang terdapat dalam elektrolit justru dapat terbakar ketika terkena panas yang sangat tinggi.
Tanda HP Mengalami Masalah
Pengguna dapat memperhatikan sejumlah perubahan pada perangkat untuk mengenali kemungkinan adanya masalah pada baterai. Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain:
-
Muncul suara mendesis atau letupan kecil dari perangkat.
-
Tercium bau plastik atau bahan kimia seperti terbakar.
-
HP terasa jauh lebih panas dari biasanya.
-
Layar terlihat terangkat dari bodi.
-
Muncul celah pada bagian bodi yang sebelumnya tidak ada.
-
Bagian belakang perangkat terlihat menggembung.
-
HP menjadi sangat panas ketika sedang diisi daya.
Jika perangkat terasa sangat panas ketika charging, PCMag menyarankan pengguna segera mencabut charger. Pengguna juga sebaiknya tidak terus menggunakan perangkat jika muncul tanda kerusakan fisik pada baterai.
Baterai yang menggembung merupakan salah satu kondisi yang tidak sebaiknya diabaikan. Perubahan bentuk seperti layar yang terangkat atau bodi belakang yang menggembung dapat menunjukkan adanya masalah pada baterai.
Apabila tanda tersebut ditemukan, perangkat sebaiknya dimatikan dan dibawa ke pusat servis. Pengguna sebaiknya tidak mencoba membongkar atau menusuk baterai sendiri karena dapat meningkatkan risiko kerusakan dan kebakaran.
Cara Mengurangi Risiko HP Overheat
Ada beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kondisi baterai dan mengurangi risiko perangkat mengalami panas berlebih.
PCMag menyarankan pengguna menghindari paparan suhu ekstrem. HP juga sebaiknya tidak ditutupi ketika sedang melakukan pengisian daya agar panas yang dihasilkan dapat terlepas dengan baik.
Saat charging, pengguna dapat meletakkan perangkat di permukaan yang keras dan datar. Hindari menempatkan HP di bawah benda yang dapat menahan panas, terutama ketika perangkat sedang mengisi daya.
Penggunaan aksesori pengisian daya juga perlu diperhatikan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
-
Gunakan charger dan kabel yang sesuai dengan perangkat.
-
Hindari kabel yang rusak atau bagian luarnya sudah terkelupas.
-
Jangan menutupi perangkat ketika sedang charging.
-
Hindari meninggalkan HP di bawah paparan sinar matahari langsung.
-
Letakkan perangkat di permukaan keras dan datar saat mengisi daya.
-
Perhatikan perubahan bentuk atau suhu baterai.
Untuk penggunaan sehari-hari, PCMag juga merekomendasikan menjaga tingkat daya baterai di kisaran 30 hingga 80 persen apabila memungkinkan. Kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi tekanan pada baterai dalam penggunaan jangka panjang.
Meski demikian, peningkatan suhu tidak selalu berarti baterai akan terbakar. HP dapat terasa hangat ketika menjalankan aplikasi berat, bermain gim, merekam video, atau melakukan pengisian daya.
Hal yang perlu diperhatikan adalah ketika panas terasa tidak normal, berlangsung terus-menerus, atau disertai tanda lain seperti bau terbakar, suara mendesis, asap, dan perubahan bentuk perangkat.
Kasus HP yang mengeluarkan asap di dalam KRL menunjukkan pentingnya mengenali tanda-tanda tersebut. Dengan memperhatikan kondisi perangkat dan baterai sejak awal, pengguna dapat mengambil tindakan sebelum masalah berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
(seo)




























