“Para eksekutif yang strateginya adalah berinvestasi pada aset kripto berisiko tanpa kegunaan nyata seharusnya tidak diberi imbalan ketika strategi tersebut pasti gagal,” kata Ben Schiffrin, direktur kebijakan sekuritas di Better Markets.
Penurunan nilai aset kripto secara umum sejalan dengan gelombang aksi jual yang lebih luas. Bitcoin, mata uang kripto terbesar, kini berada sekitar 40% di bawah harga rekornya yang mencapai lebih dari US$126.000, yang dicapai pada 6 Oktober. Pasar mengalami aksi jual tajam beberapa hari kemudian dan belum berhasil pulih, dengan Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$76.400 pada Jumat di Asia.
Pemeriksaan Kian Ketat
SkyAI, yang sebelumnya bernama Sharps Technology, tahun lalu mengumpulkan lebih dari US$400 juta dari dana kripto besar untuk mengubah dirinya menjadi kendaraan treasury bagi Solana, mata uang kripto terbesar ketujuh. Sejak kesepakatan itu ditutup pada Agustus 2025, saham SkyAI telah anjlok hampir 90%.
Forward Industries, pesaing yang juga mengumpulkan aset Solana, telah menawarkan untuk membeli perusahaan tersebut dengan premi 20% dari harga sahamnya pada bulan Juni, namun tawaran tersebut tidak berhasil. Dalam sebuah pernyataan pekan lalu, Forward meningkatkan taruhannya, mendesak pemegang saham SkyAI untuk menolak rencana insentif ekuitas yang diusulkan dalam rapat tahunan mendatang.
Apabila disetujui, rencana tersebut akan menyisihkan 7,2% saham SkyAI — senilai sekitar $4 juta berdasarkan harga saat ini — untuk 30 karyawannya, dengan persetujuan pemegang saham.
Seorang juru bicara SkyAI mengatakan bahwa proposal tersebut berada di bawah nilai median skema insentif ekuitas yang ditawarkan oleh DAT, dan bahwa hanya sebagian dari penghargaan tersebut yang akan diberikan kepada para eksekutif.
Forward juga menyoroti pembayaran jasa konsultasi senilai jutaan yang diberikan kepada Sol Edge Ltd., selain waran yang diterbitkan kepada Sol Markets senilai US$101 juta per 31 Desember, menurut pengajuan SkyAI. Kedua perusahaan tersebut dimiliki oleh James Zhang, saudara laki-laki dari Kepala Investasi SkyAI, Yuwen Zhang.
“Ini sangat tidak wajar,” kata Ryan Navi, kepala investasi Forward, dalam sebuah wawancara, sambil menyoroti bahwa nilai waran tersebut kira-kira dua kali lipat dari kapitalisasi pasar SkyAI. “Saya bahkan tidak tahu bagaimana hal itu bisa masuk akal.”
Perwakilan SkyAI mengatakan bahwa pengaturan tersebut telah ditinjau oleh dewan direksi, diungkapkan kepada publik, dan disepakati sebelum putaran penggalangan dana ditutup.
Tian Zeng, CEO dari hedge fund kripto Third Eye, turut berpartisipasi dalam putaran tersebut dan berpendapat bahwa pengungkapan informasi tersebut tidak memadai. Seandainya para investor diberi penjelasan yang lebih eksplisit mengenai waran tersebut, “tidak ada yang akan berinvestasi,” katanya dalam sebuah wawancara.
Berkaca dari Metaplanet
Bagi Metaplanet, yang harga sahamnya telah anjlok 84% dari level tertinggi pada Juni 2025, kritik tersebut tidak datang dari calon pembeli, melainkan dari sekelompok besar investor ritel di dunia maya.
Drama ini berpusat pada struktur insentif yang rumit, yang menurut pengguna media sosial telah memperkaya para eksekutif sekaligus merugikan pemegang saham biasa.
Pada Jumat pekan lalu, Chief Executive Officer Metaplanet, Simon Gerovich, akhirnya mengalah. “Satu hal yang semakin jelas: kami bukan lagi perusahaan yang sama seperti saat struktur insentif yang menjadi inti perbincangan ini dibuat,” katanya dalam sebuah postingan di X.
Metaplanet melakukan penyesuaian terhadap program remunerasi, termasuk membatalkan beberapa waran yang semula direncanakan untuk dana insentif karyawan.
“Kami melibatkan pakar eksternal independen untuk membantu merancang program kompensasi baru guna memastikan insentif manajemen selaras dengan penciptaan nilai pemegang saham jangka panjang,” kata Gerovich.
Gerovich mengarahkan Bloomberg News ke postingannya di X saat dimintai komentar.
Ini bukan kali pertama perusahaan treasury kripto menjadi sorotan terkait cara mereka mengelola ratusan miliar dolar yang secara kolektif mereka kumpulkan dari investor.
(bbn)































