Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menegaskan perseroan tak hanya bakal menggarap sumur MNK, melainkan ekosistemnya yang meliputi; kemampuan subsurface, drilling dan completion, stimulasi, teknologi, supply chain, serta sumber daya manusia.

"Jika ekosistem ini berhasil kita bangun dan keekonomiannya semakin kompetitif, model yang dikembangkan di Rokan dapat direplikasi ke potensi MNK lainnya. Inilah langkah awal menuju pengembangan MNK Indonesia dalam skala yang lebih besar," ungkap Oki dalam keterangan yang sama.

Adapun, PHR menggandeng perusahaan asal Amerika Serikat (AS) EOG Resources untuk melakukan studi evaluasi potensi shale oil di Sumur Gulamo dan Sumur Kelok.

Perseroan memperkirakan struktur tersebut memiliki sumber daya terambil atau recoverable resources mencapai 724 juta barel setara minyak (MMBOE). 

Dengan begitu, North Aman menjadi fondasi awal pengembangan MNK yang lebih luas di Wilayah Kerja Rokan, dengan peluang pengembangan pada struktur lain seperti South Aman, Rangau, dan Balam.

Dalam kesempatan sebelumnya, SKK Migas mengungkapkan salah satu sumur MNK di Blok Rokan dapat memproduksi minyak 500 barel per hari (bph).

Djoksis menyatakan PHR bakal mengebor sejumlah sumur lainnya dan sedang mengajukan kontrak bagi hasil baru yang lebih menguntungkan.

"Kemarin baru satu sumur yang dibor, ada produksinya 500 barel minyak per hari. Sekarang Pertamina lagi mau mengajukan kontrak bagi hasilnya yang lebih menguntungkan. Kami dari pagi membahas dengan Pak Wamen [ESDM] untuk Pertamina mengajukan berdasarkan Kepmen," ujar Djoko ditemui di Kantor Kementerian ESDM, awal Juli.

Ditemui di lokasi yang sama, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan Kementerian ESDM dan SKK Migas telah menawarkan sejumlah teknologi untuk PHR mengebor sumur MNK di Blok Rokan.

Yuliot belum dapat mengungkapkan calon mitra yang bakal menggarap minyak serpih atau shale oil di Blok Rokan. Namun, dia mengungkapkan sudah terdapat beberapa mitra yang tertarik.

"Untuk mitranya ini ada berapa, tapi ini kan mereka meminta ada kepastian terlebih dulu. Jadi nanti berdasarkan kajian dari SKK Migas, siapa pun penyedia teknologinya, kerja samanya, itu tidak ada masalah, tetapi bagaimana kita merampungkan dari hasil evaluasi untuk unconventional ini bisa diimplementasikan dalam waktu," ungkap dia.

Sebelumnya, PHE telah menyalurkan anggaran US$73,66 juta untuk proyek eksplorasi lanjutan sumur MNK di Blok Rokan.

PHE mencatat biaya eksplorasi minyak serpih atau shale oil di Blok Rokan itu ke dalam akun aset dalam penyelesaian pada laporan keuangan perseroan per 30 September 2025.

Adapun, pembuktian konsep pengembangan shale oil Blok Rokan itu bakal melibatkan pengeboran sumur appraisal pada 2026-2027 dan sumur demonstration sepanjang 2027-2028.

Pengeboran sumur eksplorasi lanjutan ini akan menggunakan teknologi pengeboran Long Horizontal dan Multi-Stage Hydraulic Fracturing.

Selain menentukan batas reservoir, pengeboran appraisal bakal menguji sumber daya yang sudah dipetakan sebelumnya.

Sementara itu, sumur demonstration akan menguji adopsi penerapan pengembangan MNK pada skala yang lebih luas. Biasanya, pengeboran sumur ini dilakukan sebagai tahap akhir sebelum pengembangan penuh suatu lapangan.

Menurut kajian Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat (2013), potensi inplace MNK pada Central Sumatra Basin, termasuk di dalamnya Blok Rokan, mencapai sekitar 2,8 miliar barel minyak dan 3,3 triliun kaki kubik gas.

(azr/ros)

No more pages