Logo Bloomberg Technoz

Bayan (BYAN) Alami Force Majeure di Tengah Isu Masuknya Haji Isam

Redaksi
15 September 2026 07:50

Aktifitas tambang Bayan Group. Dok. Bayan Resources
Aktifitas tambang Bayan Group. Dok. Bayan Resources

Bloomberg Technoz, Jakarta - Emiten batu bara milik Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), mengumumkan kondisi kahar atau Force Majeure. Kondisi ini terjadi di tengah isu akuisisi perusahaan oleh Haji Isam.

Manajemen BYAN menjelaskan jika force majeure yang terjadi akibat anak-anak usaha perusahaan belum mendapat persetujuan atas perubahan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026, sehingga perusahaan tidak mampu memenuhi suplai batu bara berdasarkan perjanjian kepada para pelanggan.

Adapun tiga anak usaha BYAN adalah, PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima.


"Keadaan force majeure dikarenakan persetujuan atas perubahan RKAB 2026 belum diterbitkan kepada anak perusahaan, walaupun permohonan persetujuan perubahan RKAB telah diajukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," seperti dikutip dari keterbukaan informasi,(15/9/2026).

Manajemen menambahkan, mengingat ketetapan persetujuan RKAB diperlukan ketiganya dapat menjalankan kegiatan produksi batubaranya secara sah, kondisi saat ini memengaruhi kemampuan BYAN dan anak-anak perusahaannya untuk memenuhi kewajibannya kepada para pelanggan.