Logo Bloomberg Technoz

Menteri Energi Amerika Yakin Tak Ada Kemajuan Terkait Hormuz

News
14 September 2026 05:52

Chris Wright di Washington, DC, pada 15 Januari 2025. (Fotografer: Al Drago/Bloomberg)
Chris Wright di Washington, DC, pada 15 Januari 2025. (Fotografer: Al Drago/Bloomberg)

Jonathan Tirone-Bloomberg News

Bloomberg, Menteri Energi AS Chris Wright memperingatkan para pedagang minyak agar jangan berharap adanya terobosan terkait Selat Hormuz, karena Iran berencana untuk mengajak negara-negara Teluk lainnya membahas kesepakatan mengenai akses melintasi jalur strategis energi tersebut. “Menyandarkan kesepakatan kesepakatan dengan Iran saat ini tentu bukanlah pilihan yang tepat,” kata Wright dalam sebuah wawancara pada hari Minggu.

Wright sebut bahwa pasar perlu terus mengandalkan jalur transit yang, menurutnya, selama tujuh hari terakhir telah memasok rata-rata 10 juta barel per hari minyak mentah dan produk minyak melalui Selat Hormuz.

Kapal-kapal berlabuh di Selat Hormuz pada 10 Agustus. Fotografer: Ali Saeedi/Getty Images via Bloomberg

Pemerintahan Trump memperkirakan ada tambahan 4 hingga 5 juta barel per hari yang telah diangkut melalui pipa. Meskipun serangan pada akhir pekan lalu menyebabkan penutupan pipa Timur-Barat Arab Saudi, AS memperkirakan pipa tersebut akan segera beroperasi kembali, sebut seorang pejabat pemerintahan yang meminta namanya tidak disebutkan agar dapat berbicara secara terbuka mengenai masalah ini.

Hal ini berarti “kita kembali ke dua pertiga atau lebih dari dua pertiga dari volume pasokan sebelumnya. Jadi, pasar minyak dunia saat ini lebih ketat daripada yang kita inginkan, tetapi tidak terlalu ketat,” terang Wright.