Logo Bloomberg Technoz

Namun, penguatan tersebut segera memudar karena penurunan harga minyak memberikan tekanan pada mata uang AS tersebut.

Menurut data Commodity Futures Trading Commission yang dirilis Jumat, para pedagang nonkomersial kembali mengurangi posisi long (taruhan beli) terhadap dolar pada periode hingga 8 September.

Indeks dolar Bloomberg./dok. Bloomberg

"Laporan tersebut memberikan sinyal yang mendukung langkah kenaikan suku bunga The Fed, namun tidak sampai memicu kekhawatiran berlebih bahwa inflasi akan tak terkendali," ujar Nathan Thooft, manajer portofolio senior di Manulife Investment Management.

"Penurunan harga minyak juga turut mendukung pergerakan nilai tukar dolar."

Mata uang dolar AS sempat menguat pada sesi sebelumnya setelah data harga produsen AS dan lonjakan harga minyak memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga tahun ini.

Namun, pada Jumat, harga minyak memangkas kenaikan tajam tersebut, sehingga mengurangi dukungan bagi penguatan dolar.

Sejauh bulan ini, indeks dolar telah turun 0,5%. Biaya untuk lindung nilai terhadap potensi kenaikan dolar dibandingkan risiko penurunannya dalam enam bulan ke depan telah menurun, yang mengindikasikan prospek yang kurang positif bagi mata uang tersebut.

Para spekulan telah mengurangi posisi long (taruhan beli) mereka terhadap dolar selama enam pekan terakhir. Menurut laporan CFTC, dana lindung nilai (hedge fund), manajer aset, dan pedagang lainnya memangkas posisi long dolar mereka hingga di bawah US$19,4 miliar pada pekan yang berakhir tanggal 8 September.

Angka tersebut turun dari hampir US$50 miliar pada akhir Juli, saat posisi bullish (optimistis) terhadap dolar berada di level tertinggi sejak 2014.

Stance agregat dolar AS./dok. Bloomberg

Sementara itu, yen Jepang menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Jumat, sehingga menekan posisi dolar.

Yen sempat melonjak hingga 0,8% ke level 153,24 dan mencatatkan kenaikan selama dua pekan berturut-turut—rentetan penguatan terpanjang sejak Mei.

Sebelumnya pada pekan ini, mata uang tersebut mendapat dorongan setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menantang para pelaku pasar untuk menguji tekadnya dalam mendukung mata uang Jepang.

Para pembuat kebijakan di Jepang telah memberikan sinyal hawkish, yang turut menopang mata uang domestik tersebut. Bank of Japan dijadwalkan akan menggelar pertemuan pekan depan, menyusul keputusan The Fed.

(bbn)

No more pages