Logo Bloomberg Technoz

Pesawat nirawak tersebut memasuki wilayah yang "hingga hari ini dianggap sebagai wilayah belakang yang sepenuhnya aman" bagi Rusia, menurut Pasukan Operasi Khusus Ukraina yang melancarkan serangan tersebut.

Aset Gas Utama Rusia di Wilayah Yamal-Nenets. (Bloomberg)

Ukraina telah lama memperluas kemampuan militernya untuk melancarkan serangan jauh ke dalam wilayah Rusia dan menghantam infrastruktur vital yang menyumbang pendapatan signifikan bagi mesin perangnya.

Serangan-serangan tersebut terutama menyasar sektor minyak, sehingga membatasi kemampuan negara itu dalam mengolah dan mengekspor minyak mentah.

Salah satu kekhawatiran terbesar di pasar Eropa adalah serangan terhadap Yamal LNG—fasilitas penghasil bahan bakar super-dingin terbesar milik Rusia. Fasilitas ini akan terkena larangan impor mulai 1 Januari mendatang, tetapi masih diizinkan untuk terus mengekspor kargo ke Uni Eropa hingga tanggal tersebut.

Harga gas di Uni Eropa sudah lebih dari dua kali lipat dibandingkan level tahun lalu karena perang di Timur Tengah telah menghentikan sebagian besar ekspor LNG dari Qatar.

Setiap gangguan pasokan dari Rusia dapat menghilangkan salah satu sumber pasokan yang tersisa, tepat saat Eropa memasuki musim dingin dengan tingkat persediaan yang sangat rendah. 

Meski ekspor gas Rusia ke Eropa telah menyusut sejak invasi besar-besaran ke Ukraina pada 2022, ekspor tersebut masih memenuhi sekitar 10% kebutuhan gas benua tersebut—setengahnya melalui LNG dan sisanya melalui pipa TurkStream yang mengalirkan gas dari ladang-ladang di Siberia Barat ke Eropa Tenggara melintasi Laut Hitam.

"Secara historis, serangan drone Ukraina hanya fokus pada infrastruktur minyak Rusia, bukan pada pusat ekspor gas khusus," kata LG Energy Group dalam catatan. Jika Yamal LNG menjadi sasaran, hal itu akan menandai "eskalasi struktural besar bagi pasar gas global."

Pada Rabu malam, Ukraina menyatakan sasarannya adalah dua fasilitas gas kondensat yang penting bagi produksi produk minyak Rusia dan industri petrokimia dalam negeri—kompleks Urengoy milik Gazprom PJSC dan pabrik Purovsky milik Novatek PJSC. Kedua perusahaan tersebut tidak menanggapi permintaan komentar mengenai keamanan aset-aset mereka di Arktik.

Sejauh ini, Ukraina belum mengisyaratkan rencana untuk menyerang fasilitas LNG atau terminal ekspor Rusia.

Selain Yamal LNG, kawasan tersebut juga menjadi lokasi fasilitas Arctic LNG 2. Fasilitas ini menjadi kunci ambisi Rusia untuk melipatgandakan produksi LNG tahunannya, meski sanksi Barat sejauh ini telah menghalangi pabrik tersebut mencapai kapasitas desain penuhnya yang mencapai hampir 20 juta ton per tahun.

Proyek ini telah meningkatkan ekspor, tetapi sejauh ini satu-satunya pembeli kargo-kargonya adalah China. 

Wilayah Yamal-Nenets juga menjadi lokasi bagi banyak proyek gas konvensional terbesar Rusia yang mendistribusikan bahan bakar tersebut melalui jaringan pipa yang luas.

Sifat ladang-ladang gas yang tersebar luas ini membuat pasokannya tidak terlalu rentan terhadap serangan drone dibandingkan dengan pabrik LNG besar dan terminal ekspor.

(bbn)

No more pages