Sementara itu, indeks S&P 500 yang mencakup saham-saham AS telah menguat 11% tahun ini. Perusahaan teknologi menjadi salah satu pendorong kenaikan tersebut berkat permintaan terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Arnault telah masuk dalam daftar 10 orang terkaya sejak 22 Maret 2017, termasuk sempat beberapa kali menduduki posisi teratas mulai Desember 2022. Ia menjadi orang pertama di luar Amerika Utara sekaligus satu-satunya taipan industri barang konsumsi yang mencapai posisi puncak tersebut. Sejak saat itu, belum ada orang lain yang mengikutinya.
Pencapaian tersebut terjadi pada era yang sangat berbeda bagi industri barang mewah, ketika konsumen China masih menjadi pendorong utama penjualan dan perusahaan seperti LVMH menikmati lonjakan permintaan belanja yang tertahan setelah pembatasan selama pandemi berakhir. Saham perusahaan mencapai rekor pada April 2023, tetapi sejak itu mengalami penurunan akibat lemahnya permintaan produk di sejumlah wilayah seperti China, ketidakpastian akibat tarif AS, serta penurunan konsumsi minuman beralkohol di sejumlah pasar. Kekayaan Arnault kini berada sedikit di atas Jim Walton, pewaris generasi kedua Walmart Inc.
Suksesi menjadi salah satu isu terbesar yang membayangi Arnault dan lima anaknya dari dua pernikahan, yang seluruhnya bekerja di perusahaan barang mewah tersebut. Untuk pertama kalinya, kelimanya berbicara dalam rapat pemegang saham pada April ketika Arnault menghindari pertanyaan mengenai siapa yang akan menggantikannya sebagai chief executive officer (CEO).
(bbn)
































