Logo Bloomberg Technoz

"Imbal hasil dan harga minyak mungkin perlu turun agar saham bisa kembali bergerak baik," kata Stephanie Roth, kepala ekonom Wolfe Research. Hal itu, misalnya, dapat terjadi jika data inflasi pada Jumat "muncul jauh lebih rendah."

Imbal hasil obligasi pemerintah AS naik di seluruh tenor pada Kamis, dengan imbal hasil tenor 10 tahun menembus 4,9%, tertinggi sejak 2023. Aksi jual semakin dalam setelah pemerintah AS membeli surat utang tenor 10 hingga 20 tahun dalam jumlah yang lebih sedikit dari perkiraan investor dalam operasi pembelian kembali yang diperluas pertama kali oleh Menteri Keuangan Scott Bessent.

Indeks harga produsen (IHP) AS naik 0,4% pada Agustus dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi kenaikan terbesar sejak Mei. Pasar swap kini memperkirakan peluang sekitar 70% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pekan depan dan sepenuhnya memperhitungkan kenaikan pada Oktober. Gubernur Bank Sentral Eropa Christine Lagarde turut menambah kekhawatiran terhadap pengetatan kebijakan moneter global dengan mengatakan inflasi kawasan tersebut akan tetap jauh di atas target hingga 2027.

"Data IHP AS yang tinggi dan pernyataan Christine Lagarde yang bernada hawkish sama-sama mencerminkan realitas yang mengarah pada kemungkinan dimulainya siklus kenaikan suku bunga bank sentral global, yang tidak mendukung aset berisiko saat ini maupun dalam jangka pendek," kata Joe Brusuelas, kepala ekonom RSM US LLP.

Lonjakan harga minyak menambah persoalan bagi bank sentral karena konflik di sekitar Selat Hormuz mengancam mempertahankan harga energi pada level tinggi. Peningkatan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi jalur perairan vital tersebut telah mendorong kenaikan harga minyak, gas alam, dan diesel, sehingga menambah kekhawatiran bahwa biaya energi akan merembet ke inflasi.

Iran mengisyaratkan tidak berniat mundur menghadapi blokade angkatan laut AS dan mengancam akan meningkatkan serangannya jika AS terus menyerang wilayahnya.

"Kenaikan harga minyak akan menjadi perhatian menjelang pemilu paruh waktu," kata Warren Patterson, kepala strategi komoditas di ING Groep NV. "Agar harga bergerak jauh lebih tinggi, kita perlu melihat eskalasi terbaru berdampak pada gangguan baru terhadap aliran minyak melalui Selat Hormuz."

(bbn)

No more pages